Dubes AS: Israel Hanya Menempati 2 Persen Tepi Barat

Sabtu, 30 September 2017 - 03:23 WIB
Dubes AS: Israel Hanya...
Dubes AS: Israel Hanya Menempati 2 Persen Tepi Barat
A A A
JERUSALEM - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Israel mengatakan bahwa Israel menduduki sebagian kecil Tepi Barat, hanya dua persen. Ia juga mengatakan bahwa permukiman di sana adalah bagian dari negara Yahudi yang tepat.

Komentar David Friedman disambut dengan kemarahan dan ejekan, karena orang-orang Palestina tetap berselisih dengan kebijakan AS selama puluhan tahun di Timur Tengah.

"Mereka (Israel) hanya menguasai 2 persen Tepi Barat," kata Friedman dalam sebuah wawancara dengan situs berita Israel Walla.

Dia menahan diri untuk tidak menjawab saat ditanya apakah permukiman akan dihapus dalam sebuah kesepakatan damai dengan Palestina.

"Saya pikir permukiman itu bagian dari Israel," katanya seperti dikutip dari Al Araby, Sabtu (30/9/2017).

Israel menduduki Tepi Barat selama perang 1967.

Palestina memiliki otonomi terbatas di 40 persen wilayah tersebut, dengan Israel menguasai sepenuhnya 60 persen sisanya.

Warga Palestina menuntut Tepi Barat sebagai bagian dari negara masa depan, dan masyarakat internasional mendukung visi ini serta memandang permukiman Israel di sana ilegal.

"Jelas, ada pertimbangan keamanan penting untuk permukiman tersebut, ada kepentingan nasionalistik, historis dan religius yang penting bagi permukiman tersebut dan saya pikir para pemukim memandang diri mereka sebagai orang Israel, dan Israel memandang pemukim sebagai orang Israel," kata Friedman.

Nabil Shaath, seorang ajudan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, menanggapinya lewat sebuah video di Twitter bahwa duta besar AS telah menunjukkan ketidaktahuan mutlak akan fakta hukum dan posisi Amerika Serikat.

"Ucapan Friedman adalah kabar buruk bagi masa depan upaya Amerika untuk berdamai di Timur Tengah," kata Shaath menambahkan.

Negosiator senior Palestina Saeb Erekat menyebut komentar Friedman "salah dan menyesatkan". Dia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa posisi semacam itu merusak upaya berkelanjutan untuk mencapai perdamaian yang adil dan abadi antara Israel dan Palestina yang didasarkan pada perbatasan 1967.

Friedman adalah anggota tim Presiden Donald Trump yang mempelopori upaya untuk memulai kembali perundingan damai Israel-Palestina.

Friedman, mantan pengacara kebangkrutan Trump, ditunjuk sebagai duta besar awal tahun ini, sebuah langkah yang ditentang oleh Demokrat dan beberapa kelompok Yahudi karena sumbangan ke permukiman Israel. Friedman bersikap oposisi terhadap status negara Palestina dan vokal mendukung posisi pemerintahan garis keras Israel.

Awal tahun ini, anak perempuan Friedman, 24 tahun, Talia, mendapat kewarganegaraan Israel. Dia meninggalkan AS dan berimigrasi ke Israel pada bulan Agustus, bersama dengan lebih dari 200 imigran dari Amerika Utara. Mereka disambut oleh Friedman saat mereka tiba di Israel.

Friedman mengatakan kepada media Israel bahwa dia bangga dengan putrinya. Dia mengatakan bahwa dia mencintai Israel. "Kami semua mencintai Israel. Seluruh keluarga kami mencintai Israel," katanya.
(ian)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Pembunuhan Israel Terhadap...
Pembunuhan Israel Terhadap Warga Palestina Deklarasi Perang
Berita Terkini
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
35 menit yang lalu
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
1 jam yang lalu
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
2 jam yang lalu
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
3 jam yang lalu
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
4 jam yang lalu
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
5 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved