Maduro Perintahkan Militer Venezuela Siaga di Tengah Ancaman AS

Kamis, 28 September 2017 - 05:45 WIB
Maduro Perintahkan Militer...
Maduro Perintahkan Militer Venezuela Siaga di Tengah Ancaman AS
A A A
CARACAS - Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, telah mendesak angkatan bersenjata nasional "siap" untuk mempertahankan kedaulatan dan rakyat negara tersebut. Hal itu dilakukan di tengah ancaman oleh Amerika Serikat (AS).

"Kami secara terang-terangan terancam oleh kerajaan kriminal paling banyak dalam sejarah umat manusia," kata Maduro, merujuk pada AS seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (28/9/2017).

Pemimpin Venezuela tersebut menyampaikan sebuah pidato di parade militer yang diadakan di pangkalan udara El Libertador di negara bagian Aragua. Parade itu dilakukan dalam rangka memperingati pembentukan Komando Strategis Operasional angkatan bersenjata Venezuela.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa Angkatan Darat Venezuela harus menjamin perlindungan dan memiliki senapan, rudal serta tank yang siap "diminyaki" untuk melindungi setiap inci wilayah Venezuela.

"Masa depan kemanusiaan tidak bisa terletak pada ancaman serangan nuklir atau invasi militer," kata pemimpin Venezuela tersebut dalam pidatonya. Sebaliknya, hubungan internasional harus didasarkan pada rasa hormat dan solidaritas.

Maduro juga mengatakan bahwa negaranya tidak mengebom siapa pun atau mencampuri urusan dalam negeri negara manapun.

Komentar tersebut muncul di tengah cukup rendahnya hubungan antara kedua negara. Ketegangan memuncak menyusul pemilihan Majelis Konstituante Venezuela pada bulan Juli lalu. AS menyebut pemilihan tersebut tidak sah, menuduh kepemimpinan Venezuela "meremehkan demokrasi."

Meskipun pemilihan diadakan setelah berbulan-bulan demonstrasi jalanan dan bentrokan, lebih dari 8 juta orang berpartisipasi di dalamnya, memberikan suara mereka untuk 545 kandidat yang bertugas menyusun undang-undang dasar baru. Di tengah demonstrasi, Maduro dan juga pejabat lainnya mengklaim bahwa kerusuhan tersebut sebagian disebabkan oleh AS.

Setelah pemilihan, AS memberlakukan beberapa putaran sanksi terhadap Venezuela, terutama yang menargetkan sektor energi di negara kaya minyak ini. Baru-baru ini, Presiden AS Donald Trump menambahkan negara Amerika Selatan itu melakukan larangan terbang baru bersama Korea Utara (Korut), dengan alasan "ancaman terorisme".

Pada hari Selasa, Trump juga meminta Uni Eropa untuk bergabung dalam menjatuhkan sanksi kepada pemerintah Maduro. Tindakan AS memicu kemarahan Venezuela, yang menyebut tindakan Washington sebagai terorisme politik dan psikologis serta agresi.

Menteri luar negeri Venezuela, Jorge Arreaza, mencerca Trump dalam sebuah postingan di Twitter. Arreaza menuduh Trump mendedikasikan dirinya secara obsesif untuk menyerang Venezuela alih-alih menangani kebutuhan orang-orang di Puerto Rico yang dilanda badai.

Dia juga mengkritik presiden AS karena posisi intervensi dan dukungannya terhadap elemen kekerasan dan ekstrimis di Venezuela.
(ian)
Berita Terkait
Operasi AS: Demi Berantas...
Operasi AS: Demi Berantas Narkoba atau Incar Minyak Venezuela?
Venezuela Marah Jet...
Venezuela Marah Jet Militer Amerika Serikat Langgar Wilayah Udaranya
Kemenangan Mamdani,...
Kemenangan Mamdani, Sinyal Perlawanan ke Pemerintah Federal AS?
Ribuan Migran Venezuela...
Ribuan Migran Venezuela Nekat Menyeberang Ke AS
Maduro Klaim AS Dorong...
Maduro Klaim AS 'Dorong' Istrinya untuk Ceraikan Dia
Venezuela Ancam Berikan...
Venezuela Ancam Berikan 'Respon yang Layak' kepada Angkatan Laut AS
Berita Terkini
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
1 jam yang lalu
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
1 jam yang lalu
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
2 jam yang lalu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
2 jam yang lalu
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
2 jam yang lalu
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
3 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved