Kamp Pengungsi Rohingya di Ambang Bencana Kesehatan

Sabtu, 23 September 2017 - 14:59 WIB
Kamp Pengungsi Rohingya...
Kamp Pengungsi Rohingya di Ambang Bencana Kesehatan
A A A
COXS BAZAR - Hampir 430 ribu Rohingya telah mengalir ke dalam pengungsian Cox's Bazar di Bangladesh dalam waktu kurang dari sebulan. Lembaga kemanusiaan Doctors Without Borders (MSF) memperingatkan bahwa bantuan kemanusiaan skala besar dibutuhkan di Bangladesh untuk menghindari bencana kesehatan masyarakat.

"Kami setiap hari menerima orang dewasa di puncak kematian akibat dehidrasi," kata Kate White, koordinator medis darurat kelompok tersebut.

"Itu sangat langka di kalangan orang dewasa, dan memberi sinyal bahwa keadaan darurat kesehatan masyarakat bisa terjadi di sekitar sini," imbuhnya seperti dikutip dari Al Arabiya, Sabtu (23/9/2017).

Tidak ada jalan resmi ke permukiman kumuh yang bermunculan di luar kamp-kamp resmi, mempersulit pengiriman bantuan ke daerah perbukitan yang licin dan berlumpur.

"Tidak ada jamban yang lengkap. Saat Anda berjalan menuju tempat pengungsian, Anda harus melewati air kotor dan kotoran manusia," ungkapnya.

"Dengan distribusi makanan yang kacau dan tidak merata, banyak orang Rohingya hanya makan satu kali nasi putih per hari," imbuhnya.

Pasukan Bangladesh dikerahkan minggu ini untuk membangun lebih banyak toilet dan tempat penampungan bagi ribuan orang yang masih tidur di tempat terbuka yang telah memasuki musim hujan.

Pada hari Jumat Badan Pengungsi PBB mengatakan bahwa pihaknya mempercepat penyebaran lembaran plastik untuk memberikan perlindungan dasar saat pihak berwenang bekerja untuk mendirikan tempat penampungan baru seluas 2.000 hektar.

"Kamp-kamp tersebut meledak dan ya, ada risiko penyakit, oleh karena itu perluasannya sangat penting," kata juru bicara UNHCR Andrej Mahecic.

Menurut MSF, potensi wabah penyakit menular sangat tinggi. Hal ini merujuk pada peningkatan populasi yang cepat dan cakupan vaksinasi yang rendah di antara warga Rohingya, yang tinggal dalam kondisi miskin di Myanmar.

"Satu peristiwa kecil dapat menyebabkan wabah yang mungkin merupakan titik kritis antara krisis dan malapetaka," kata koordinator darurat MSF Robert Onus.

Keadaan darurat kemanusiaan telah memunculkan tekanan global terhadap pemerintah Myanmar untuk menghentikan operasi militer di negara bagian Rakhine. Wilayah ini dulunya merupakan rumah bagi 1,1 juta penduduk Rohingya.

Kaum minoritas tanpa kewarganegaraan telah mendekam di bawah diskriminasi bertahun-tahun di negara mayoritas Budha itu. Kewarganegaraan mereka ditolakdan berjuang untuk mengakses layanan kesehatan dan layanan dasar lainnya.

Tentara telah mempertahankan operasinya sebagai respon yang proporsional terhadap gerilyawan Rohingya yang menyerang pos polisi pada 25 Agustus lalu.
(ian)
Berita Terkait
Bangladesh Pindahkan...
Bangladesh Pindahkan Ratusan Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil
7 Fakta Coxs Bazar Kamp...
7 Fakta Coxs Bazar Kamp Pengungsi Terbesar di Dunia, Hidup Tanpa Status Kewarganegaraan di Negara Orang
Peringati Eksodus ke...
Peringati Eksodus ke Bangladesh, Pengungsi Rohingya Lakukan Aksi Bungkam
Tentara Myanmar Akui...
Tentara Myanmar Akui Pembunuhan Massal dan Pemerkosaan pada Rohingya
1.600 Rohingya Dipindah...
1.600 Rohingya Dipindah ke Pulau Terpencil, Ada yang Mengaku Dipaksa
Pemimpin Tertinggi Rohingya...
Pemimpin Tertinggi Rohingya Ditembak Mati di Bangladesh usai Salat
Berita Terkini
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
48 menit yang lalu
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
1 jam yang lalu
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
1 jam yang lalu
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
2 jam yang lalu
Penasihat Militer Mojtaba...
Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
2 jam yang lalu
Negara Mayoritas Islam...
Negara Mayoritas Islam Ini Sangkal Jadi Markas Pasukan Elite Israel untuk Perang Melawan Iran
2 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved