Warga Singapura Protes Pemilihan Presiden

loading...
Warga Singapura Protes Pemilihan Presiden
Warga Singapura Protes Pemilihan Presiden
SINGAPURA - Ratusan warga Singapura, yang berpakaian hitam, melakukan demonstrasi diam pada hari Sabtu (16/9/2017). Mereka memprotes pemilihan presiden yang dimenangkan calon tunggal di mana aplikasi dari empat kandidat ditolak.

Protes politik jarang terjadi di negara-kota kaya tapi terpilihnya Halimah Yacob, mantan ketia parlemen, sebagai presiden wanita pertama di negara itu telah menimbulkan pertanyaan bagaimana calon kandidat lain ditolak.

"ROBBED OF AN ELECTION #NotMyPresiden", tulisan di spanduk di pintu masuk taman tempat demonstrasi diadakan. Speakers Corner, sebuah tempat yang telah ditunjuk sebagai situs di kota untuk mengungkapkan pandangan mereka.

"Kami peduli dengan negara dan ke mana arahnya. Ini adalah masalah yang sangat saya khawatirkan," ujar seorang demonstran bernama Anna sembari menambahkan bahwa kekuatan otoritas "tidak terkendali" seperti dilansir dari Reuters.





Jika pemilihan jadi digelar, semua warga berusia di atas 21 tahun berhak memberikan suaranya.

Bertujuan untuk memperkuat rasa inclusivity, Singapura yang multikultural telah memutuskan kepresidenan diperuntukkan bagi kandidat dari komunitas Melayu minoritas saat ini. Jabatan masa jabatan presiden di Singapura adalah 6 tahun dan biasanya dilakukan sebuah pesta seremonial.

Departemen pemilihan mengatakan bahwa dari empat kandidat presiden, dua diantaranya bukan orang Melayu dan dua lainnya tidak memenuhi syarat untuk mengikuti kontes. Halimah secara otomatis lolos karena ia memegang jabatan publik senior selama lebih dari tiga tahun dan dinyatakan terpilih setelah pendaftaran nominasi ditutup pada hari Rabu lalu.

Aturan kelayakan yang ketat mencakup ketentuan bahwa calon dari sektor swasta harus memimpin perusahaan dengan modal disetor minimal USD$ 370 juta.
halaman ke-1 dari 2
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top