Tentara Filipina Selamatkan 2 Sandera Abu Sayyaf Asal Indonesia

Kamis, 07 September 2017 - 11:56 WIB
Tentara Filipina Selamatkan...
Tentara Filipina Selamatkan 2 Sandera Abu Sayyaf Asal Indonesia
A A A
MANILA - Pasukan Filipina menyelamatkan dua sandera kelompok Abu Sayyaf asal Indonesia setelah terlibat baku tembak yang menewaskan lima penculik di sebuah pulau di selatan. Demikian pernyataan seorang komandan tentara Filipina.

Brigadir Jenderal Cirilito Sobejana mengatakan lima tentara juga terluka dalam pertemuan dengan sekitar 20 anggota kelompok Abu Sayyaf di kubu Jolo di wilayah Mindanao.

"Beberapa menit kemudian, kami mencegat sebuah van yang membawa dua orang tawanan asal Indonesia saat mengejar Abu Sayyaf setelah pertempuran tersebut," kata Sobejana.

"Mereka sekarang telah aman dan menjalani pembekalan taktis setelah pemeriksaan kesehatan," terangnya seperti dilansir dari Reuters, Kamis (7/9/2017).

Sobejana mengatakan bahwa kedua nelayan Indonesia diculik di atas kapal yang terdaftar di Malaysia pada bulan November tahun lalu di perairan dekat negara bagian Sabah di Malaysia timur.

Tentara mengatakan kelompok tersebut masih menahan sekitar 18 tahanan di pulau Jolo dan Basilan, termasuk selusin orang asing dari Indonesia, Jepang, Malaysia, Belanda dan Vietnam.

Militan Abu Sayyaf, kelompok kecil kerap melakukan aksi kekerasan seperti memenggal sandera, menculik untuk tebusan dan pemerasan, telah menyerang banyak kapal pukat dan kapal komersial di Laut Sulu dan Laut Sulawesi.

Kelompok terkait ISIS tersebut merupakan salah satu ancaman keamanan internal terbesar bagi Filipina, dengan satu faksi mengejar sebuah agenda ekstremis dan satu lagi yang terlibat dalam aksi bandit yang menguntungkan, termasuk bisnis pembajakan dan penculikan.

Abu Sayyaf biasanya memegang setidaknya dua lusin sandera sekaligus, membawa lebih banyak orang tertawan setelah yang lain dieksekusi, diselamatkan atau dilepaskan saat uang tebusan dibayar. Seorang warga negara Jerman dan dua orang Kanada termasuk di antara mereka yang dipenggal sejak tahun 2016 setelah tenggat waktu penebusannya berakhir.

Abu Sayyaf memiliki pejuang di antara aliansi militan yang telah menduduki Kota Marawi di Mindanao selama lebih dari 100 hari. Pasukan Filipina masih berjuang untuk merebut kembali kota tersebut setelah pertempuran yang meluas yang telah menewaskan lebih dari 800 orang, termasuk 145 tentara.
(ian)
Berita Terkait
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
3 Alasan Timnas Indonesia...
3 Alasan Timnas Indonesia Tidak Boleh Kalah di Pertandingan Filipina vs Indonesia
Kemlu Selidiki Dua WNI...
Kemlu Selidiki Dua WNI Jadi Buron Kasus Terorisme di Filipina
Jelang Timnas Indonesia...
Jelang Timnas Indonesia vs Filipina, Bung Kus Sebut Moral Pemain Sudah Oke!
Michael Weiss Beberkan...
Michael Weiss Beberkan 2 Keuntungan Filipina Kalahkan Timnas Indonesia
3 Pemain Filipina yang...
3 Pemain Filipina yang Wajib Diwaspadai Timnas Indonesia
Berita Terkini
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
1 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
2 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
2 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
4 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
5 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
6 jam yang lalu
Infografis
Respons Kemlu Soal Relokasi...
Respons Kemlu Soal Relokasi 2 Juta Warga Gaza ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved