Pengungsi Rohingya yang Menyebrang ke Bangladesh Tembus 300 Ribu

Kamis, 07 September 2017 - 11:18 WIB
Pengungsi Rohingya yang...
Pengungsi Rohingya yang Menyebrang ke Bangladesh Tembus 300 Ribu
A A A
COXS BAZAR - Seorang pejabat agensi PBB mengatakan setidaknya 300 ribu Muslim Rohingya telah melarikan diri dari aksi kekerasan di barat laut Myanmar ke negara tetangga Bangladesh. Ia pun memperingatkan adanya kekurangan dana untuk persediaan makanan darurat bagi para pengungsi.

Menurut perkiraan yang dikeluarkan oleh pekerja Perserikatan Bangsa-Bangsa di wilayah perbatasan Banglades Cox's Bazar, pengungsi yang datang sejak pertumpahan darah terakhir pada 12 hari lalu sudah mencapai 146 ribu. Angka pasti dari etnis Rohingya yang melarikan diri dari gejolak tersebut sulit untuk didapat.

Namun juru bicara Program Pangan Dunia Bangladesh, Dipayan Bhattacharyya mengatakan, pejabat PBB telah menaikkan perkiraan jumlah pengungsi yang diperkirakan dari 120 ribu menjadi 300 ribu.

"Mereka mengalami kekurangan nutrisi, mereka telah terputus dari makanan normal selama mungkin lebih dari sebulan. Mereka jelas terlihat lapar, trauma," katanya seperti disitir dari Channel News Asia, Kamis (7/9/2017).

Berdasarkan prediksi bahwa 300 ribu orang bisa tiba, WFP menghitung bahwa dibutuhkan dana tambahan sebesar USD13,3 juta untuk menyediakan biskuit berenergi tinggi dan jatah nasi selama empat bulan.

Bhattacharyya menyerukan agar para pendonor segera memenuhi kekurangan tersebut. "Jika mereka tidak maju ke depan sekarang, kita mungkin melihat bahwa orang-orang ini akan berjuang untuk makanan di antara mereka sendiri, tingkat kejahatan akan naik, kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak akan meningkat," katanya.

Lonjakan pengungsi, banyak yang sakit atau terluka, telah membuat lembaga bantuan dan masyarakat berusaha mencari sumber daya setelah membantu ratusan ribu orang pengungsi akibat gelombang kekerasan sebelumnya di Myanmar. Banyak yang tidak memiliki tempat berlindung, dan lembaga bantuan berlomba menyediakan air bersih, sanitasi dan makanan.

Bhattacharyya mengatakan bahwa para pengungsi sekarang tiba dengan kapal dan juga melintasi perbatasan darat dari berbagai titik.

Seorang pekerja PBB lainnya di daerah tersebut memperingatkan bahwa perkiraan tersebut bukanlah "ilmu pasti", mengingat kekacauan dan kurangnya akses ke wilayah tersebut di sisi Myanmar dimana militer masih melakukan 'operasi pembersihan'. Sumber tersebut menambahkan bahwa angka 300 ribu mungkin mengarah pada skenario terburuk.

Kekerasan terbaru dimulai saat gerilyawan Rohingya menyerang puluhan pos polisi dan sebuah pangkalan militer. Bentrokan berikutnya dan serangan balik militer menewaskan sedikitnya 400 orang dan memicu eksodus penduduk desa ke Bangladesh.

Dalam sebuah surat kepada Dewan Keamanan PBB, Sekretaris Jenderal Antonio Guterres menyatakan keprihatinannya bahwa kekerasan tersebut dapat memicu terjadinya malapetaka kemanusiaan.
(ian)
Berita Terkait
Bangladesh Pindahkan...
Bangladesh Pindahkan Ratusan Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil
Peringati Eksodus ke...
Peringati Eksodus ke Bangladesh, Pengungsi Rohingya Lakukan Aksi Bungkam
Tentara Myanmar Akui...
Tentara Myanmar Akui Pembunuhan Massal dan Pemerkosaan pada Rohingya
7 Fakta Coxs Bazar Kamp...
7 Fakta Coxs Bazar Kamp Pengungsi Terbesar di Dunia, Hidup Tanpa Status Kewarganegaraan di Negara Orang
1.600 Rohingya Dipindah...
1.600 Rohingya Dipindah ke Pulau Terpencil, Ada yang Mengaku Dipaksa
Pemimpin Tertinggi Rohingya...
Pemimpin Tertinggi Rohingya Ditembak Mati di Bangladesh usai Salat
Berita Terkini
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
29 menit yang lalu
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
1 jam yang lalu
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
2 jam yang lalu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
3 jam yang lalu
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
3 jam yang lalu
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
4 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved