Korsel Duga Korut Siapkan Peluncuran Rudal Balistik AntarBenua
Senin, 04 September 2017 - 14:38 WIB
Korsel Duga Korut Siapkan Peluncuran Rudal Balistik AntarBenua
A
A
A
SEOUL - Militer Korea Selatan (Korsel) menduga Korea Utara (Korut) yang baru saja menguji coba senjata nuklir jenis bom hidrogen, sedang mempersiapkan diri untuk peluncuran rudal balistik antarbenua atau ICBM.
Kementerian pertahanan Korsel dalam sebuah sesi di parlemen mengaku telah mendeteksi tanda-tanda bahwa Pyongyang berencana untuk melakukan peluncuran rudal balistik dalam jumlah yang lebih banyak.
“Kami terus melihat tanda-tanda peluncuran rudal balistik yang mungkin lebih banyak. Kami juga memprediksi bahwa Korea Utara dapat menembakkan rudal balistik antarbenua,” kata Chang Kyung-soo, seorang pejabat kementerian tersebut, seperti dikutip Reuters, Senin (4/9/2017).
Kementerian tersebut telah mengonfirmasi bahwa Seoul sekarang yakin bahwa saat inilah waktu yang tepat untuk memperkuat respons militer terhadap Korea Utara. Seoul merasa waktu untuk berunding dengan Pyongyang telah berakhir.
Korsel telah merespons uji coba bom hidrogen Pyongyang dengan menggelar latihan tembak rudal balistik sebagai simulasi serangan terhadap situs nuklir Korut.
Pyongyang telah mengklaim uji coba bom hidrogennya pada hari Minggu berjalan sukses. Klaim itu memicu respons kuat dari Amerika Serikat (AS).
Kepala Pentagon James Norman Mattis mengatakan bahwa AS akan menjawab ancaman dari Korut dengan respons militer besar-besaran, efektif dan luar biasa.
Sedangkan Presiden Donald Trump seperti disampaikan pihak Gedung Putih mengancam akan menggunakan senjata nuklir jika rezim Kim Jong-un terus mengancam Washington dan sekutunya.
”Presiden Trump menegaskan kembali komitmen Amerika Serikat untuk membela Tanah Air, wilayah, dan sekutu kami, menggunakan berbagai kemampuan diplomatik, konvensional, dan nuklir yang kami miliki,” kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.
Melalui Twitter, Trump mengutuk uji coba senjata nuklir keenam kalinya yang dilakukan rezim Kim Jong-un. “Korea Utara telah melakukan uji nuklir. Kata-kata dan tindakan mereka terus menjadi sangat bermusuhan dan berbahaya bagi AS,” kata Trump.
Kementerian pertahanan Korsel dalam sebuah sesi di parlemen mengaku telah mendeteksi tanda-tanda bahwa Pyongyang berencana untuk melakukan peluncuran rudal balistik dalam jumlah yang lebih banyak.
“Kami terus melihat tanda-tanda peluncuran rudal balistik yang mungkin lebih banyak. Kami juga memprediksi bahwa Korea Utara dapat menembakkan rudal balistik antarbenua,” kata Chang Kyung-soo, seorang pejabat kementerian tersebut, seperti dikutip Reuters, Senin (4/9/2017).
Kementerian tersebut telah mengonfirmasi bahwa Seoul sekarang yakin bahwa saat inilah waktu yang tepat untuk memperkuat respons militer terhadap Korea Utara. Seoul merasa waktu untuk berunding dengan Pyongyang telah berakhir.
Korsel telah merespons uji coba bom hidrogen Pyongyang dengan menggelar latihan tembak rudal balistik sebagai simulasi serangan terhadap situs nuklir Korut.
Pyongyang telah mengklaim uji coba bom hidrogennya pada hari Minggu berjalan sukses. Klaim itu memicu respons kuat dari Amerika Serikat (AS).
Kepala Pentagon James Norman Mattis mengatakan bahwa AS akan menjawab ancaman dari Korut dengan respons militer besar-besaran, efektif dan luar biasa.
Sedangkan Presiden Donald Trump seperti disampaikan pihak Gedung Putih mengancam akan menggunakan senjata nuklir jika rezim Kim Jong-un terus mengancam Washington dan sekutunya.
”Presiden Trump menegaskan kembali komitmen Amerika Serikat untuk membela Tanah Air, wilayah, dan sekutu kami, menggunakan berbagai kemampuan diplomatik, konvensional, dan nuklir yang kami miliki,” kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.
Melalui Twitter, Trump mengutuk uji coba senjata nuklir keenam kalinya yang dilakukan rezim Kim Jong-un. “Korea Utara telah melakukan uji nuklir. Kata-kata dan tindakan mereka terus menjadi sangat bermusuhan dan berbahaya bagi AS,” kata Trump.
(mas)