Nestapa Warga Rohingya Sampai di Titik Mencemaskan

Senin, 04 September 2017 - 12:15 WIB
Nestapa Warga Rohingya...
Nestapa Warga Rohingya Sampai di Titik Mencemaskan
A A A
Tragedi kemanusiaan yang menimpa warga etnik Rohingya di Rakhine, Myanmar, mencapai titik yang mencemaskan. Pemerintah Indonesia pun berkomitmen untuk membantu mengatasi krisis kemanusiaan di Myanmar yang semakin mengkhawatirkan tersebut.

Presiden Joko Widodo menyesalkan aksi kekerasan yang terjadi di Myanmar. Menurut dia, perlu aksi nyata untuk menyelesaikan masalah tersebut bukan hanya pernyataan kecaman. Kepala Negara telah menugasi Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi untuk menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk Sekjen PBB Antonio Gueterres dan mantan Sekjen PBB Kofi Annan.

"Sore tadi (kemarin) Menlu (Retno) telah berangkat ke Myanmar untuk meminta Pemerintah Myanmar agar menghentikan dan mencegah kekerasan, agar memberikan perlindungan kepada semua warga, termasuk muslim di Myanmar," ungkap Presiden Jokowi.

Misi lain adalah meminta Pemerintah Myanmar agar memberikan akses bantuan kemanusiaan untuk penanganan kemanusiaan akibat konflik tersebut. Pemerintah sendiri telah mengirim bantuan makanan dan obat-obatan ke Myanmar pada Januari dan Februari sebanyak 10 kontainer.

Di samping itu, Indonesia juga membangun sekolah jurnalistik di sana. Bulan Oktober mendatang, Pemerintah Indonesia akan membangun rumah sakit. "Kita harapkan minggu ini kita akan mengirim lagi bantuan makanan dan obat-obatan. Sekali lagi kekerasan krisis kemanusiaan ini harus segera dihentikan," tandas Jokowi.

Dalam sepekan ini warga Rohingya telah mendapatkan perlakukan tidak manusia. Berikut catatan derita warga Myanmar :
25 Agustus
Pertempuran pecah antara pemberontak Rohingya dan pasukan pemerintah. Sebanyak 98 warga Rohingya tewas.

26 Agustus
PBB mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan militer Myanmar dalam pertempuran dengan etnik Rohingya.

27 Agustus
Myanmar mengevakuasi warga dari daerah perbatasan di Negara Bagian Rakhine setelah pertempuran dengan gerilyawan.

31 Agustus
400 orang tewas di mana mayoritas adalah warga Rohingya yang ditembak tentara Myanmar.

1 September
Sekjen PBB Antonio Guterres menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan menghindari bencana kemanusiaan.

2 September
Sekitar 2.600 rumah dibakar di Rakhine, wilayah yang dihuni mayoritas warga Rohingya.

3 September
Lembaga kemanusiaan PBB di perbatasan Bangladesh mengaku kesulitan dalam membantu 73.000 pengungsi Rohingya.
(Muh Shamil/Kiswondari/Dian Ramdhani)
(bbk)
Berita Terkait
Pakar PBB: Junta Myanmar...
Pakar PBB: Junta Myanmar Lakukan Kejahatan terhadap Kemanusiaan Sejak Kudeta
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
PM Myanmar: Tidak Ada...
PM Myanmar: Tidak Ada Satu Kekuatan Pun yang Boleh Mengendalikan Dunia
Myanmar Akan Gelar Pemilu...
Myanmar Akan Gelar Pemilu pada Desember 2025
Terjebak Semalaman,...
Terjebak Semalaman, Demonstran Myanmar Berhasil Lolos dari Kepungan Pasukan Keamanan
Berlutut Hadang Polisi...
Berlutut Hadang Polisi Myanmar, Biarawati: Tembak Aku Saja
Berita Terkini
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
17 menit yang lalu
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
19 menit yang lalu
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
1 jam yang lalu
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
1 jam yang lalu
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
1 jam yang lalu
5 Fakta Trump Ingin...
5 Fakta Trump Ingin Membeli Kepulauan Chagos yang Sangat Strategis
2 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved