Korsel: Korut Harus Hentikan Provokasi dan Mulai Berdialog
Senin, 28 Agustus 2017 - 22:35 WIB
Korsel: Korut Harus Hentikan Provokasi dan Mulai Berdialog
A
A
A
SEOUL - Menteri Luar Negeri Korea Selatan (Korsel) Kang Kyung-wha, meminta Korea Utara (Korut) untuk tidak kehilangan kesempatan dan memastikan kondisi yang menguntungkan bagi negosiasi, dengan menahan diri dari melakukan provokasi lebih lanjut.
"Apa yang lebih penting dari hal lain adalah bahwa Korut harus menghentikan provokasi tambahan untuk menciptakan lingkungan untuk perundingan," kata Kang dalam sebuah pernyataaan.
"Amerika Serikat (AS) telah mengirim sinyal seperti itu, begitu juga China dan Rusia. Korut seharusnya tidak melewatkan kesempatan tersebut," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (28/8).
Dia juga menekankan pembangunan keamanan dan ekonomi Korut hanya dapat dijamin dengan denuklirisasi. "Jika mereka membuat keputusan yang tepat, kami bersedia memberikan masa depan yang cerah bersama dengan masyarakat internasional," ungkapnya.
Sebelumnya, Presiden Korsel Moon Jae-in memerintahkan militernya melakukan serangan langsung jika militer Korea Utara (Korut) melintasi apa yang dia sebut “garis” atau Seoul diserang.
Perintah ini muncul dalam pertemuan dengan para pejabat tinggi militer, termasuk Menteri Pertahanan Soo Young-moo. Pertemuan penting presiden dengan para pejabat tinggi militer Korsel ini merupakan yang keempat. Sesi yang diisi diskusi ini akan berlangsung sampai Kamis nanti, yang akan melibatkan berbagai kelompok kementerian dan lembaga pemerintah.
"Apa yang lebih penting dari hal lain adalah bahwa Korut harus menghentikan provokasi tambahan untuk menciptakan lingkungan untuk perundingan," kata Kang dalam sebuah pernyataaan.
"Amerika Serikat (AS) telah mengirim sinyal seperti itu, begitu juga China dan Rusia. Korut seharusnya tidak melewatkan kesempatan tersebut," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (28/8).
Dia juga menekankan pembangunan keamanan dan ekonomi Korut hanya dapat dijamin dengan denuklirisasi. "Jika mereka membuat keputusan yang tepat, kami bersedia memberikan masa depan yang cerah bersama dengan masyarakat internasional," ungkapnya.
Sebelumnya, Presiden Korsel Moon Jae-in memerintahkan militernya melakukan serangan langsung jika militer Korea Utara (Korut) melintasi apa yang dia sebut “garis” atau Seoul diserang.
Perintah ini muncul dalam pertemuan dengan para pejabat tinggi militer, termasuk Menteri Pertahanan Soo Young-moo. Pertemuan penting presiden dengan para pejabat tinggi militer Korsel ini merupakan yang keempat. Sesi yang diisi diskusi ini akan berlangsung sampai Kamis nanti, yang akan melibatkan berbagai kelompok kementerian dan lembaga pemerintah.
(esn)