Eks Negosiator: 1 Tentara Israel Diculik, 200 Tentara Musuh Harus Ditangkap

Senin, 28 Agustus 2017 - 16:31 WIB
Eks Negosiator: 1 Tentara...
Eks Negosiator: 1 Tentara Israel Diculik, 200 Tentara Musuh Harus Ditangkap
A A A
TEL AVIV - Mantan negosiator Israel menyatakan, nasib satu tentara negara itu disamakan dengan 200 tentara musuh. Jika satu tentara Israel diculik, maka militer negara itu tersebut harus menangkap 200 tentara musuh.

Lior Lotan mengundurkan diri akhir pekan lalu sebagai koordinator yang membawa pulang tahanan dan orang-orang Israel yang diculik musuh. Dia telah menjadi negosiator Israel selama tiga tahun terakhir.

Dia meratapi kelangkaan sumber daya untuk menegosiasikan orang-orang Israel yang hilang untuk dibawa pulang. ”Israel harus mengisi ‘dompet’-nya,” kata Lotan mengacu pada langkanya negosiator. Pandangan Lotan ini dibuat sebelum dia mengundurkan diri dan rekamannya disiarkan Radio Militer Israel, Senin (28/8/2017).

Jika musuh menyandera salah satu tentara Israel, kata Lotan, perang harus diakhiri dengan Israel yang menangkap 200 tentara musuh. ”Kalau sudah dua, maka harus 400, kalau tiga, maka 600 (tentara musuh). Itu tidak berarti masalah akan terpecahkan, tapi rencananya akan berbeda,” katanya, yang dilansir Haaretz.

Pendapatnya mencerminkan pandangan yang semakin diterima di kalangan militer, bahwa Israel membutuhkan lebih banyak “kartu” untuk dimainkan saat tentaranya ditangkap musuh.

Salah satu praktiknya adalah menahan jasad orang-orang Palestina yang terbunuh dalam konflik, dan menggunakannya sebagai kartu negosiasi ke depan.

Moshe Yaalon yang menjadi Menteri Pertahanan Israel saat perang dengan Hamas tahun 2014 dengan operasi yang diberi nama “Operation Protective Edge”, menolak apa yang di sebut sebagai “perdagangan” mayat.

Selama “Operation Protective Edge” dijalankan, enam tentara Israel tewas oleh sebuah roket yang menabrak kendaraan lapis baja mereka dan seorang tentara bernama Oron Shaul hilang. Shaul kemudian dinyatakan tewas. Israel kemudian bereaksi dengan menguburkan 18 jasad orang-orang Palestina di Israel.

Lotan mengklaim pandangannya itu merupakan praktik di masa lalu yang telah menjadi norma. ”Setelah setiap konflik antara pasukan tempur, kedua pihak saling bertukar tahanan dan mayat. Itulah norma Israel dan Hizbullah melakukannya sebelum Perang Libanon Kedua. Selanjutnya juga,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
Aksi Brutal Polisi Israel...
Aksi Brutal Polisi Israel Serbu Puluhan Jemaah di Masjid Al-Aqsa
Penampakan Rudal Iran...
Penampakan Rudal Iran saat Melintas di Atas Masjid Al Aqsa
Israel Serang Kamp Al...
Israel Serang Kamp Al Maghazi di Gaza Saat Malam Natal Menewaskan 70 orang
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Israel Menembaki Warga...
Israel Menembaki Warga Gaza di Distribusi Bantuan, 155 Terluka dan 20 Tewas
Panik Dibombardir Iran,...
Panik Dibombardir Iran, Israel Minta Dewan Keamanan PBB Rapat Darurat
Berita Terkini
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
1 jam yang lalu
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
2 jam yang lalu
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
3 jam yang lalu
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
4 jam yang lalu
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
5 jam yang lalu
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
5 jam yang lalu
Infografis
1.525 Tentara Lapis...
1.525 Tentara Lapis Baja Israel Tuntut Diakhirinya Perang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved