Respons Ancaman Trump, Militer Venezuela Gelar Latihan Perang

Minggu, 27 Agustus 2017 - 03:27 WIB
Respons Ancaman Trump,...
Respons Ancaman Trump, Militer Venezuela Gelar Latihan Perang
A A A
CARACAS - Militer Venezuela memulai latihan perang berskala besar sebagai respons atas ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan menempuh opsi militer sebagai solusi krisis politik di Caracas. Lebih dari 900 ribu orang, termasuk 200 ribu tentara terlibat dalam latihan perang.

Kepala Komando Operasional Strategis Venezuela, Remigio Ceballos, mengatakan latihan mulai digelar hari Sabtu (26/8/2017) yang melibatkan tentara dan sukarelawan sipil.

Mantan pemimpin Venezuela, Hugo Chavez, pada tahun 2009 membentuk Milisi Bolivarian Nasional, di mana setiap warga negara dimungkinkan untuk mendaftar.

Menurut Ceballos, jumlah milisi meningkat tajam sejak latihan perang diperintahkan oleh Presiden Nicolas Maduro, pertengahan Agustus lalu.

”Tujuan mendasar dari latihan ini adalah mempersiapkan orang-orang untuk bertahan,” kata Ceballos. Yang dilansir dari Russia Today, Minggu (27/8/2017).

Latihan perang digelar di hampur seluruh negeri, termasuk wilayah perbatasan.

Pihak Milisi Bolivarian Nasional menyatakan, latihan serupa dengan kekuatan 500.000 personel pernah digelar bulan Januari lalu setelah pemerintah AS memperpanjang keputusan untuk melabeli Venezuela ancaman bagi AS pada tahun 2015.

Pada hari Jumat, Gedung Putih mengumumkan sebuah paket sanksi baru terhadap Venezuela, dengan target hampir seluruh pejabat negara itu. Namun, Presiden Nicolas Maduro dan para sekutunya tidak masuk dalam daftar pejabat yang dijatuhi sanksi.

AS telah memberi label Presiden Maduro sebagai seorang diktator atas penanganan krisis politik di negara tersebut. Sikap AS itu sebagai reaksi atas kematian ratusan orang dalam bentrokan Keputusan AS itu , yang telah melihat lebih dari seratus orang terbunuh dalam bentrokan tahun ini.

Maduro sendiri menyalahkan Washington karena berusaha mengacaukan negaranya dan berusaha menyingkirkannya dari kekuasaan.

Pada hari Kamis, dia berbicara kepada petinggi militer Venezuela dan mengingatkan angkatan bersenjata atas sumpah setia mereka.

”Kita harus jelas, terutama bagi kaum muda di militer, bahwa kita harus menutup barisan di dalam tanah air, bahwa ini bukan saatnya untuk melakukan celah dan bahwa mereka yang memiliki keraguan segera harus segera meninggalkan angkatan bersenjata," katanya.

”Anda baik dengan Trump dan imperialis, atau Anda bersama angkatan bersenjata Bolivarian Nasional dan Tanah Air. Belum pernah Venezuela diancam sedemikian rupa,” imbuh Maduro.
(mas)
Berita Terkait
Operasi AS: Demi Berantas...
Operasi AS: Demi Berantas Narkoba atau Incar Minyak Venezuela?
Venezuela Marah Jet...
Venezuela Marah Jet Militer Amerika Serikat Langgar Wilayah Udaranya
Kemenangan Mamdani,...
Kemenangan Mamdani, Sinyal Perlawanan ke Pemerintah Federal AS?
Ribuan Migran Venezuela...
Ribuan Migran Venezuela Nekat Menyeberang Ke AS
Venezuela Ancam Berikan...
Venezuela Ancam Berikan 'Respon yang Layak' kepada Angkatan Laut AS
Maduro: Trump Izinkan...
Maduro: Trump Izinkan CIA Lakukan Operasi Senyap di Venezuela
Berita Terkini
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
41 menit yang lalu
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
1 jam yang lalu
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
2 jam yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
3 jam yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
4 jam yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
6 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved