Trump Resmi Melarang Transgender di Militer AS

Sabtu, 26 Agustus 2017 - 08:31 WIB
Trump Resmi Melarang...
Trump Resmi Melarang Transgender di Militer AS
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump secara resmi memerintahkan pelarangan pasukan transgender di militer Amerika Serikat (AS). Memo perintah Trump telah diterima Menteri Pertahanan James Norman Mattis.

Larangan pasukan transgender di layanan militer AS sebenarnya sudah lama. Namun, di era Obama, larangan itu dicabut. Kebijakan Obama kala itu disertai pemberian wewenang kepada Departemen Pertahanan serta Departemen Keamanan Dalam Negeri untuk mendanai operasi penggantian jenis kelamin pasukan transgender.

”Dalam penilaian saya,” tulis Trump dalam memonya. ”Administrasi sebelumnya gagal mengidentifikasi dasar yang memadai untuk menyimpulkan bahwa mengakhiri kebijakan dan praktik Departemen Luar Negeri tidak akan menghalangi keefektifan militer dan mematikan kesatuan unit, atau sumber daya militer.”

Memo Trump menyerukan penghentian pada semua dana pembedahan dan perawatan seks pasukan transgender.”Kecuali sejauh yang diperlukan untuk melindungi kesehatan seseorang yang telah memulai perawatan untuk jenis kelaminnya,” imuh memo Trump, yang dilansir Reuters, Sabtu (26/8/2017).

Seorang pejabat Gedung Putih yang memberi penjelasan kepada wartawan tentang memo tersebut menolak untuk menentukan apakah petugas transgender pria dan wanita yang saat ini aktif di militer dapat terus melayani berdasarkan kriteria tersebut.

Pejabat tersebut mengatakan bahwa Trump memutuskan pemerintahan era Obama tidak mengidentifikasi dasar yang memadai untuk mengubah apa yang kemudian menjadi kebijakan lama pada pasukan transgender.

Memo tersebut meminta Mattis untuk mengajukan rencana kepada Trump pada 21 Februari 2018, tentang bagaimana menerapkan perubahan tersebut.

Keputusan Trump ini memicu kritik dari kelompok pembela hak-hak kesetaraan gender.

”Perintah Presiden untuk menghapus anggota layanan transgender dari angkatan bersenjata Amerika Serikat dan menyangkal mereka bahwa perawatan kesehatan tidak lain adalah pembersihan,” kritik Matt Thorn, direktur eksekutif OutServe-SLDN, sebuah kelompok yang didedikasikan untuk kesetaraan LGBT di militer, dalam sebuah pernyataan.

"Militer kita terkuat saat semua orang yang layak untuk memiliki kesempatan untuk melakukannya. Kebijakan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini adalah untuk membersihkan pasukan berkualitas dan dan hanya akan merusak kohesi unit serta memperlemah kesiapan militer,” imbuh Jennifer Levi, seorang pejabat di kelompok hak gay, GLAD—GLBTQ Legal Advocates and Defenders.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
31 menit yang lalu
Surat Netanyahu Ungkap...
Surat Netanyahu Ungkap Upaya Israel Ganti Bantuan AS dengan Integrasi Militer: Rencana Saya
44 menit yang lalu
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
1 jam yang lalu
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
3 jam yang lalu
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran
4 jam yang lalu
Dicecar Apakah Israel...
Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved