Patuhi DK PBB, China Akhirnya Larang Impor Andalan Korut

Selasa, 15 Agustus 2017 - 11:43 WIB
Patuhi DK PBB, China...
Patuhi DK PBB, China Akhirnya Larang Impor Andalan Korut
A A A
BEIJING - China telah mengumumkan larangan penuh impor produk-produk andalan dari Korea Utara (Korut), yakni tambang dan makanan laut. Langkah China untuk mematuhi resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) ini bisa membuat ekonomi sekutunya itu sekarat.

Mulai Selasa (15/8/2017), tidak ada lagi ekspor batubara, besi, bijih besi, timbal, dan makanan laut Pyongyang yang akan diterima di Beijing. Demikian pengumuman Kementerian Perdagangan China pada hari Senin.

Barang-barang impor Korut yang sudah sampai di pelabuhan dan bea cukai China harus dilepaskan selambat-lambatnya 5 September 2017.

Namun, langkah-langkah tersebut tidak diterapkan pada ekspor batubara melalui pelabuhan Rason, Korea Utara, oleh pihak ketiga, jika mendapat persetujuan PBB dan dapat membuktikan bahwa barang tersebut tidak berasal dari Korut.

Pengumuman tersebut mengindikasikan bahwa Beijing mematuhi resolusi terbaru DK PBB terhadap Pyongyang untuk “mematikan” sumber pendapatan utama negara komunis. Sanksi DK PBB itu bermaksud menghentikan pendapatan luar negeri tahunan Korut sebesar USD1 miliar. Sanksi ini sebagai respons atas kenekatan negara tersebut menguji tembak rudal balistik antarbenua atau ICBM.

China selama ini dianggap sebagai sekutu ekonomi utama Korea Utara, dan keberhasilan sanksi DK PBB sebagian besar bergantung pada Beijing.

Menyusul pemungutan suara untuk resolusi DK PBB terhadap Pyongyang pada 5 Agustus 2017, Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengakui bahwa resolusi itu akan mempengaruhi kepentingan ekonomi Korea Utara. Namun, dia berjanji bahwa Beijing siap “membayar sebagian besar harga” untuk resolusi itu.

Baca: Seluruh Dubes Korut untuk Negara Besar Dipanggil Pulang

Rezim Kim Jong-un yang berkuasa di Korut telah memanggil pulang seluruh duta besarnya untuk negara-negara besar guna pertemuan di Pyongyang. Salah satu agenda pertemuan itu, kemungkinan membahas respons negara tersebut atas sanksi DK PBB. Pemanggilan pulang para diplomat Korut ini terjadi di tengah memanasnya retorika perang antrara rezim Kim Jong-un dengan pemerintah Presiden Donald Trump.

”Korea Utara mengadakan pertemuan ke-43 para duta besar pada bulan Juli 2015 dan (pertemuan terakhir) tampaknya sesuai dengan itu,” kata juru bicara Kementerian Unifikasi Korea Selatan, Baik Tae-hyun, seperti dikutip Yonhap.

“Pertemuan tersebut mungkin untuk menghadapi keadaan internasional yang sulit yang sedang ditangani negara itu,” lanjut dia.
(mas)
Berita Terkait
PBB: Korea Utara Abaikan...
PBB: Korea Utara Abaikan Sanksi Nuklir
Laporan PBB: Kapal-kapal...
Laporan PBB: Kapal-kapal Korut Langgar Sanksi di Perairan China
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
Berita Terkini
9 Kota di Mana Matahari...
9 Kota di Mana Matahari Hampir Tidak Pernah Terbenam atau Terbit saat Musim Panas
1 jam yang lalu
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
1 jam yang lalu
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
1 jam yang lalu
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
2 jam yang lalu
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
3 jam yang lalu
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
3 jam yang lalu
Infografis
Mobil Dinas Harus Maung,...
Mobil Dinas Harus Maung, Prabowo Larang Menteri Pakai Mobil Impor
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved