Mike Pence Bantah Incar Kursi Presiden AS

Senin, 07 Agustus 2017 - 04:18 WIB
Mike Pence Bantah Incar...
Mike Pence Bantah Incar Kursi Presiden AS
A A A
WASHINGTON - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Mike Pence, membantah bahwa dia sedang mempersiapkan diri untuk pemilihan presiden pada tahun 2020 mendatang. Ia dengan tegas menganggap hal tersebut sebagai sugesti yang memalukan dan menyinggung.

Pence menyatakan hal tersebut menanggapi laporan New York Times bahwa beberapa orang Republik bergerak untuk membentuk "kampanye bayangan" seolah-olah Presiden Donald Trump tidak terlibat. Dikatakan beberapa penasihat Pence sudah mengisyaratkan kepada donor partai bahwa dia berencana untuk mencalonkan diri jika Trump tidak melakukannya.

Laporan tersebut mengatakan bahwa Pence tidak hanya menyimpan kalender politik penuh tetapi juga telah menciptakan basis kekuatan independennya sendiri, termasuk sebuah kelompok penggalangan dana politik yang disebut Komite Amerika Hebat.

Namun Pence menyebut artikel tersebut sebagai berita palsu dan mengatakan seluruh timnya fokus untuk memajukan agenda Trump dan melihat dia terpilih kembali pada 2020.

"Tuduhan dalam artikel ini secara kategoris salah dan hanya mewakili upaya terbaru media untuk memecah pemerintahan ini," kata Pence dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters, Senin (7/8/2017).

Konselor senior Gedung Putih Kellyanne Conway juga menolak gagasan bahwa Pence membidik calon presiden pada tahun 2020.

"Benar bahwa wakil presiden bersiap untuk tahun 2020, untuk terpilih kembali sebagai wakil presiden," kata Conway.

"Wakil Presiden Pence adalah wakil presiden yang sangat setia, sangat patuh, tapi juga efektif, dan wakil presiden aktif," ucap Conway sembari menambahkan bahwa dia telah bekerja untuk Pence selama satu dekade sebagai pengumpul suara dan penasihat seniornya.

Namun, New York Times bersikukuh dengan laporannya. "Kami yakin dengan keakuratan laporan kami dan akan membiarkan cerita tersebut berbicara untuk dirinya sendiri," kata juru bicara New York Times Danielle Rhoades dalam sebuah email.

Pence memiliki hubungan baik dengan kelompok politik konservatif dan beberapa donor besar Partai Republik, termasuk dua bersaudara miliarder Charles dan David Koch.

Dia juga seorang loyalis Trump, dan biasanya ada sedikit perbedaan antara pernyataan publik dan kebijakan presiden.
(ian)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
58 menit yang lalu
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
2 jam yang lalu
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
3 jam yang lalu
Trump: Pasukan AS Segera...
Trump: Pasukan AS Segera Serang Lokasi Gunung Pickaxe Iran dengan Sangat Hebat
4 jam yang lalu
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
5 jam yang lalu
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved