Hacker 'Pahlawan' Penakluk WannaCry Dihukum Bayar Rp399 Juta

Sabtu, 05 Agustus 2017 - 16:08 WIB
Hacker Pahlawan Penakluk...
Hacker 'Pahlawan' Penakluk WannaCry Dihukum Bayar Rp399 Juta
A A A
LAS VEGAS - Hakim pengadilan di Las Vegas, Amerika Serikat (AS) memerintahkan Marcus Hutchins, 22, hacker yang menghentikan serangan virus ransom (ransomware) WannaCry global, membayar uang jaminan USD30.000 atau sekitar Rp399 juta.

Pemuda yang dianggap “pahlawan” penakluk WannaCry ini ditangkap FBI karena mengembangkan kode malware “Kronos” yang dipakai untuk menyerang bank. Tuduhan itu pula yang dijadikan bahan dakwaan jaksa pengadilan.

Uang jaminan yang harus dibayar Hutchins ditetapkan oleh Hakim Nancy Koppe setelah dia menolak klaim jaksa federal bahwa dirinya dianggap menimbulkan bahaya bagi publik.

Baca: Setop Ransomware Pengacau Dunia, Pemuda Ini Jadi 'Pahlawan'

Sang peretas itu juga diperintahkan hakim untuk tetap berada di AS dengan pemantauan GPS. Paspor pemuda Inggris ini disita dan sekarang dilarang menggunakan perangkat dengan akses internet.

”Dia mengakui bahwa dia adalah penulis kode malware Kronos dan mengindikasikan bahwa dia menjualnya,” kata jaksa penuntut Dan Cowhig di pengadilan federal, seperti dikutip dari The Telegraph, Sabtu (5/8/2017).

Namun, Hutchins dilaporkan mengaku tidak bersalah atas enam tuduhan, di antaranya melakukan distribusi dan mengambil keuntungan dari pengembangan malware Kronos antara bulan Juli 2014 hingga Juli 2015.

”Dia melawan tuduhan tersebut dan kami berniat untuk melawan kasus ini,” pengacara Hutchins, Adrian Lobo, usai sidang pada hari Jumat.

”Dia telah mengabdikan hidupnya untuk meneliti malware, tidak berusaha menyakiti orang. Menggunakan internet untuk kebaikan adalah apa yang telah dia lakukan,” lanjut Lobo.

Baca juga: Hacker yang Hentikan Serangan Ransomware WannaCry Ditahan di AS

Kendati demikian, jaksa percaya bahwa malware Kronos, yang dikembangkan oleh Hutchins dan konspirator lain yang tidak disebutkan namanya, digunakan untuk mencuri password bank dari komputer yang terinfeksi di AS, Kanada, Inggris, dan beberapa negara Eropa lainnya.
(mas)
Berita Terkait
Houthi Murka Usai Amerika...
Houthi Murka Usai Amerika Serikat dan Inggris Bombardir Yaman
Akibat Percampuran Budaya,...
Akibat Percampuran Budaya, Bahasa Baru Hadir di Amerika Serikat
Lima Mata akan Buta...
Lima Mata akan Buta Tanpa Dukungan Amerika Serikat
Bombardir Houthi, Inggris...
Bombardir Houthi, Inggris Kerahkan Jet Tempur RAF Typhoon FGR4
Ini Perbedaan Vaksin...
Ini Perbedaan Vaksin Booster di Amerika Serikat, Inggris, dan Australia
Cedera, Harry Kane Terancam...
Cedera, Harry Kane Terancam Absen Bela Inggris Lawan Amerika Serikat
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
3 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
5 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
6 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
7 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
8 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
10 jam yang lalu
Infografis
Ini Rincian Gaji Anggota...
Ini Rincian Gaji Anggota DPR Jadi Rp65,5 Juta usai Pemangkasan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved