Saudi Bakal Buka Resor Pantai Mewah yang Bebaskan Wanita Berbikini

Kamis, 03 Agustus 2017 - 08:11 WIB
Saudi Bakal Buka Resor...
Saudi Bakal Buka Resor Pantai Mewah yang Bebaskan Wanita Berbikini
A A A
RIYADH - Arab Saudi berencana untuk membuka sebuah resor pantai mewah dimana ada aturan khusus yang mengizinkan wanita mengenakan bikini. Proyek resor ini bagian dari upaya modernisasi ekonomi Saudi yang dicanangkan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.

Resor pantai mewah yang akan dibuka itu berlokasi di kawasan Laut Merah. Pemerintah Saudi menyatakan, resor tersebut diatur oleh undang-undang yang setara dengan standar internasional.

Menyadari bahwa pengunjung asing tidak mungkin datang ke pantai bila pengunjung wanita dipaksa mengenakan abaya menjadi pertimbangan pembukaan resor pantai yang membebaskan pengunjung wanita berbikini.

Selama ini, undang-undang Arab Saudi tentang wanita termasuk yang paling represif di dunia, dimana wanita dilarang mengemudi dan tidak dapat bepergian tanpa izin dari wali atau saudara laki-lakinya.

Belum jelas, apakah alkohol juga diizinkan dikonsumsi di resor pantai mewah yang akan dibuka itu atau tidak.

Rencana itu diumumkan Saudi dalam penyataan Saudi Public Investment Fund (PIF). PIF menggambarkan proyek tersebut sebagai ”tujuan resor mewah yang indah yang didirikan di 50 pulau alami yang tak tersentuh”.

”Proyek Laut Merah akan menjadi tujuan resor mewah yang terletak di seberang laguna dan surut di alam dan budaya,” bunyi pernyataan PIF, yang dikutip dari The Telegraph, Kamis (3/8/2017).

”Ini akan menetapkan standar baru untuk pembangunan berkelanjutan dan membawa generasi mendatang dalam perjalanan mewah untuk menempatkan Arab Saudi pada peta pariwisata internasional,” lanjut pernyataan PIF.

Konstruksi akan dimulai pada 2019 dan tahap pertama proyek akan selesai pada 2022. Resor pantai mewah itu diharapan bisa menampung sejuta pengunjung setahun pada tahun 2035.

Proyek Laut Merah adalah bagian dari Visi Pangeran Mohammed 2030, sebuah rencana untuk mendiversifikasi ekonomi Saudi dan menyingkirkan ketergantungannya pada minyak. Pangeran Mohammed resmi menjadi Putra Mahkota Arab Saudi menggantikan Mohammed bin Nayef dengan alasan yang tidak diungkapkan pihak Kerajaan Arab Saudi.
(mas)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Rayakan Hari Nasional,...
Rayakan Hari Nasional, Saudi Gelar Pesta Kembang Api
Arab Saudi Larang Penggunaan...
Arab Saudi Larang Penggunaan Simbol Negara dan Agama untuk Kepentingan Komersial
Punya Bakat dan Keahlian...
Punya Bakat dan Keahlian Unik? Arab Saudi Tarik Pemuda Berbakat dengan Paket Bebas Pajak
Saudi Makin Liberal,...
Saudi Makin Liberal, Band Metal Manggung Habis-habisan di Jeddah
3 Alasan Rakyat Arab...
3 Alasan Rakyat Arab Saudi Ikut Berduka dengan Kematian Sleeping Prince
Berita Terkini
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
16 menit yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
28 menit yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
1 jam yang lalu
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
2 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
3 jam yang lalu
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
3 jam yang lalu
Infografis
Atasi Tawuran, Pemprov...
Atasi Tawuran, Pemprov Jakarta Bakal Buka 500.000 Lapangan Kerja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved