Iran Bakal Merespon Setiap Sanksi Baru AS
Rabu, 26 Juli 2017 - 16:27 WIB
Iran Bakal Merespon Setiap Sanksi Baru AS
A
A
A
TEHERAN - Iran akan menanggapi jika pemerintah Amerika Serikat (AS) mengeluarkan sanksi baru. Demikian pernyataan Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi.
"Sanksi baru yang sedang dibahas di Kongres AS adalah tindakan bermusuhan yang benar-benar jelas dan melawan Republik Islam Iran dan pasti akan mendapat tanggapan," tegas Araqchi, yang juga merupakan juru runding utama nuklir Iran seperti disadur Reuters dari kantor beritan Iran, IRNA, Rabu (26/7/2017).
Meski begitu, ia tidak menyebutkan tindakan apa yang akan diambil Iran jika nantinya benar-benar dijatuhkan sanksi.
Araqchi mengatakan sanksi baru dapat mengurangi manfaat yang diterima Iran dari perjanjian nuklir tersebut.
"Amerika telah berkomitmen untuk mengikuti kesepakatan nuklir dengan niat baik dan lingkungan yang produktif serta menahan diri dari langkah-langkah yang akan berpengaruh pada keberhasilan pelaksanaan kesepakatan tersebut," katanya.
Dewan Perwakilan Rakyat AS melakukan voting untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran, Rusia dan Korea Utara (Korut). Senat yang dikendalikan oleh Partai Republik mengeluarkan versi sebelumnya dari rancangan tersebut dengan dukungan yang hampir bulat.
Tidak jelas seberapa cepat RUU tersebut akan sampai ke Gedung Putih untuk Presiden AS, Donald Trump, untuk menandatangani undang-undang atau hak veto.
Secara terpisah, Trump mengeluarkan ancaman terselubung terhadap Iran. Ia memperingatkan Teheran untuk mematuhi persyaratan kesepakatan nuklir dengan kekuatan dunia atau akan menghadapi masalah besar.
Seminggu setelah menyatakan Iran telah berjalan sesuai dengan kesepakatan 2015 yang dinegosiasikan oleh Presiden Demokrat Barack Obama, Trump menjelaskan bahwa dia tetap sangat waspada terhadap Teheran.
"Sanksi baru yang sedang dibahas di Kongres AS adalah tindakan bermusuhan yang benar-benar jelas dan melawan Republik Islam Iran dan pasti akan mendapat tanggapan," tegas Araqchi, yang juga merupakan juru runding utama nuklir Iran seperti disadur Reuters dari kantor beritan Iran, IRNA, Rabu (26/7/2017).
Meski begitu, ia tidak menyebutkan tindakan apa yang akan diambil Iran jika nantinya benar-benar dijatuhkan sanksi.
Araqchi mengatakan sanksi baru dapat mengurangi manfaat yang diterima Iran dari perjanjian nuklir tersebut.
"Amerika telah berkomitmen untuk mengikuti kesepakatan nuklir dengan niat baik dan lingkungan yang produktif serta menahan diri dari langkah-langkah yang akan berpengaruh pada keberhasilan pelaksanaan kesepakatan tersebut," katanya.
Dewan Perwakilan Rakyat AS melakukan voting untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran, Rusia dan Korea Utara (Korut). Senat yang dikendalikan oleh Partai Republik mengeluarkan versi sebelumnya dari rancangan tersebut dengan dukungan yang hampir bulat.
Tidak jelas seberapa cepat RUU tersebut akan sampai ke Gedung Putih untuk Presiden AS, Donald Trump, untuk menandatangani undang-undang atau hak veto.
Secara terpisah, Trump mengeluarkan ancaman terselubung terhadap Iran. Ia memperingatkan Teheran untuk mematuhi persyaratan kesepakatan nuklir dengan kekuatan dunia atau akan menghadapi masalah besar.
Seminggu setelah menyatakan Iran telah berjalan sesuai dengan kesepakatan 2015 yang dinegosiasikan oleh Presiden Demokrat Barack Obama, Trump menjelaskan bahwa dia tetap sangat waspada terhadap Teheran.
(ian)