Israel Incar Bandara Iran di Suriah
Sabtu, 15 Juli 2017 - 14:57 WIB
Israel Incar Bandara Iran di Suriah
A
A
A
TEL AVIV - Israel mengungkapkan bahwa Iran akhir-akhir ini menyewa sebuah bandara di Suriah tengah. Negara Zionis itu pun mengisyaratkan akan membidiknya.
Sumber militer Israel menegaskan bahwa Tel Aviv tidak mengizinkan Teheran untuk menyewa bandara di Suriah. Israel juga menentang perundingan Suriah-Iran untuk mendirikan sebuah pangkalan militer yang mampu mendukung pejuang yang terkait dengan Iran.
Menurut sumber yang sama, basis tersebut dapat mengembalikan 5.000 milisi Iran yang diyakini sebagai tentara bayaran dari Afghanistan dan Pakistan di bawah komando Garda Revolusi Iran.
Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman, memperingatkan agar tidak ada kubu Iran di Suriah.
"Pembentukan pangkalan udara dan laut serta upaya untuk secara permanen menempatkan 5.000 pejuang Syiah di tanah Suriah tidak dapat diterima oleh kita, dan akan memiliki konsekuensi berat," katanya seperti dikutip dari Asharq Alawsat, Sabtu (15/7/2017).
Secara terpisah, putaran ke-7 dari pembicaraan intra-Suriah di Jenewa berakhir pada hari Jumat tanpa mencapai hasil apapun di tingkat politik. Ini serupa dengan putaran sebelumnya yang diadakan di ibukota Kazakhstan Astana untuk membangun empat zona de-eskalasi dan untuk menyetujui misi tersebut akan memberikan keamanan dan keselamatan di daerah tersebut.
"Perundingan tidak maju ke arah yang kita inginkan atau kehendaki. Sebaliknya, pembicaraan tersebut tidak membuahkan hasil karena rezim dan sekutu-sekutunya masih menolak solusi politik untuk mengatasi krisis ini," kata delegasi oposisi Suriah.
Sementara itu Bashar Jaafari, duta besar Suriah untuk PBB dan kepala delegasinya, membantah ada kesepakatan untuk mengadakan pembicaraan langsung dengan pihak oposisi.
Dia mengatakan bahwa selama perundingan hari Jumat, delegasinya fokus pada masalah memerangi terorisme dan pertemuan para ahli hukum serta konstitusional.
Sumber militer Israel menegaskan bahwa Tel Aviv tidak mengizinkan Teheran untuk menyewa bandara di Suriah. Israel juga menentang perundingan Suriah-Iran untuk mendirikan sebuah pangkalan militer yang mampu mendukung pejuang yang terkait dengan Iran.
Menurut sumber yang sama, basis tersebut dapat mengembalikan 5.000 milisi Iran yang diyakini sebagai tentara bayaran dari Afghanistan dan Pakistan di bawah komando Garda Revolusi Iran.
Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman, memperingatkan agar tidak ada kubu Iran di Suriah.
"Pembentukan pangkalan udara dan laut serta upaya untuk secara permanen menempatkan 5.000 pejuang Syiah di tanah Suriah tidak dapat diterima oleh kita, dan akan memiliki konsekuensi berat," katanya seperti dikutip dari Asharq Alawsat, Sabtu (15/7/2017).
Secara terpisah, putaran ke-7 dari pembicaraan intra-Suriah di Jenewa berakhir pada hari Jumat tanpa mencapai hasil apapun di tingkat politik. Ini serupa dengan putaran sebelumnya yang diadakan di ibukota Kazakhstan Astana untuk membangun empat zona de-eskalasi dan untuk menyetujui misi tersebut akan memberikan keamanan dan keselamatan di daerah tersebut.
"Perundingan tidak maju ke arah yang kita inginkan atau kehendaki. Sebaliknya, pembicaraan tersebut tidak membuahkan hasil karena rezim dan sekutu-sekutunya masih menolak solusi politik untuk mengatasi krisis ini," kata delegasi oposisi Suriah.
Sementara itu Bashar Jaafari, duta besar Suriah untuk PBB dan kepala delegasinya, membantah ada kesepakatan untuk mengadakan pembicaraan langsung dengan pihak oposisi.
Dia mengatakan bahwa selama perundingan hari Jumat, delegasinya fokus pada masalah memerangi terorisme dan pertemuan para ahli hukum serta konstitusional.
(ian)