Rusia Ancam Usir Diplomat AS sebagai Pembalasan

Sabtu, 15 Juli 2017 - 00:56 WIB
Rusia Ancam Usir Diplomat...
Rusia Ancam Usir Diplomat AS sebagai Pembalasan
A A A
MOSKOW - Pemerintah Rusia mengeluarkan peringatan bernada ancaman berupa tindakan pengusiran diplomat Amerika Serikat (AS) sebagai pembalasan. Moskow tak bisa terima karena selain 35 diplomatnya diusir Washington, dua kantor diplomatik mereka juga masih disita.

Ancaman tidak akan terjadi jika pemerintah Presiden Donald Trump melakukan sesuatu untuk memecahkan kebuntuan terkait penutupan dua kantor diplomatik Rusia di AS.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa sulit untuk bekerja sama dengan AS karena properti Rusia yang berada di bawah kekebalan diplomatik disita secara ilegal oleh pemerintahan Presiden Barack Obama pada tahun 2016.

”Benda-benda yang disita belum dikembalikan. Washington tidak hanya gagal membatalkan keputusan untuk mengusir karyawan kami, namun juga menolak memberikan visa kepada yang akan menggantikan mereka,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pada hari Jumat.

Baca:
Rusia Siapkan Balasan atas Pengusiran 35 Diplomatnya oleh AS


Menurut Zakharova, jika situasi tidak berubah, pembalasan dari Rusia akan terjadi. ”Kami memiliki sesuatu untuk dibalas, dengan personel Kedutaan Besar AS di Moskow sangat melebihi jumlah staf kedutaan kami di Washington,” ucap Zakharova.

Zakharova tidak menjelaskan secara tepat kapan Moskow akan melakukan tindakan pembalasan. Dia mencatat bahwa semuanya tergantung pada perundingan yang akan datang di Washington. Tapi, dia memperingatkan bahwa batas waktu kesabaran Rusia “hampir habis”.

”Untuk saat ini kami memiliki konsultasi mengenai masalah ini dan posisi yang jelas (waktu) saat ini hampir habis,” katanya.

Moskow, sambung diplomat Moskow ini, tidak bereaksi segera ketika 35 diplomatnya diusir AS. Alasannya, Rusia mempertimbangkan langkah pemerintahan Obama sebagai kebijakan provokatif dan upaya untuk mengganggu hubungan bilateral di bawah otoritas baru, yakni pemerintah Presiden Donald Trump.

Zakharova menekankan bahwa AS memiliki cukup waktu untuk menangani ”warisan” kebijakan pemerintah Obama yang dia anggap menjijikkan. “Untuk mulai membangun hubungan berdasarkan rasa saling menghormati,” imbuh Zakharova.

”Sudah setengah tahun, tapi kami tidak melihat langkah konkret. Namun, tidak ada yang menghalangi pemerintahan baru untuk menunjukkan kemerdekaan dan melakukannya,” papar dia, seperti dikutip Russia Today, Sabtu (15/7/2017).

“Kami telah berulang kali mengemukakan masalah ini selama kontak bilateral, kami siap untuk melakukan konsultasi, negosiasi, pertukaran opsi yang mungkin terjadi, namun ini juga tidak terjadi.”
(mas)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
1 jam yang lalu
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
2 jam yang lalu
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
2 jam yang lalu
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
3 jam yang lalu
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
6 jam yang lalu
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved