AS Mulai Berlakukan Larangan Masuk Warga 6 Negara Muslim

Jum'at, 30 Juni 2017 - 10:41 WIB
AS Mulai Berlakukan...
AS Mulai Berlakukan Larangan Masuk Warga 6 Negara Muslim
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Presiden Donald Trump mulai memberlakukan larangan perjalanan atau larangan masuk ke Amerika Serikat (AS) bagi warga enam negara mayoritas muslim. Tapi, otoritas Hawaii memilih membangkan perintah Trump yang telah disahkan Mahkamah Agung tersebut.

Larangan masuk wilayah AS bagi warga Iran, Libya, Somalia, Sudan, Suriah dan Yaman, resmi diberlakukan hari Kamis waktu AS atau hari ini (30/6/2017) WIB.

Pemerintah Trump melalui Departemen Luar Negeri merevisi sedikit aturan tersebut. Yakni, warga enam negara mayoritas muslim yang memiliki hubungan keluarga dengan warga AS masih boleh diizinkan masuk.

“Setelah ditinjau lebih lanjut, tunangan sekarang akan dimasukkan sebagai anggota keluarga dekat,” kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS yang meminta namanya dirahasiakan, sebagaimana dilansir Reuters.

Administrasi Trump sebelumnya telah memutuskan bahwa berdasarkan interpretasi terhadap putusan Mahkamah Agung AS, kakek-nenek, cucu dan tunangan warga AS yang bepergian dari Iran, Libya, Somalia, Sudan, Suriah dan Yaman akan dilarang memperoleh visa selama aturan ini diberlakukan.

Larangan masuk atau larangan perjalanan ke AS bagi warga enam negara itu berlaku 90 hari mulai pada pukul 20.00 malam, hari Kamis waktu AS. Sedangkan bagi semua pengungsi larangan berlaku selama 120 hari.

Sementara itu, otoritas pengadilan di Hawaii memilih melanggar instruksi Mahkamah Agung. Jaksa Agung Hawaii Doug Chin meminta Hakim Distrik Honolulu Derrick Watson memblokir larangan perjalanan yang dikeluarkan pemerintah Trump.

Hawaii menentang aturan itu karena wilayah tersebut bonafit bagi pelancong asing. Otoritas Hawaii telah mengajukan “gerakan darurat” pada Kamis malam untuk meminta Hakim Derrick Watson untuk memberitahu Administrasi Trump bahwa warga asing yang merupakan kerabat warga AS di luar kategori yang ditentukan agar dibebaskan masuk AS.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
1 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
5 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
6 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
7 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
8 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
9 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved