Iran Sesalkan Keputusan MA AS Hidupkan Kembali Larangan Migran

Selasa, 27 Juni 2017 - 21:35 WIB
Iran Sesalkan Keputusan...
Iran Sesalkan Keputusan MA AS Hidupkan Kembali Larangan Migran
A A A
BERLIN - Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif menyayangkan keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) yang menghidupkan kembali sebagian larangan perjalanan pada warga negara dari enam negara mayoritas Muslim. Dia mengatakan, hal itu dapat mendorong ekstremisme di kawasan.
"Kami selalu percaya larangan Muslim yang diberlakukan Presiden Trump tidak memiliki dasar fakta dan tidak akan membantu memerangi terorisme," kata Zarif, seperti dilansir Reuters pada Selasa (27/6).
Dia kemudian menyebutnya sebagai "hadiah terbesar" bagi kelompok militan yang mencari anggota baru.
Zarif tidak menyebut Arab Saudi secara khusus, namun mengatakan larangan perjalanan tersebut menghukum orang-orang yang tidak pernah dihukum, karena melakukan tindakan teroris. Sementara orang-orang dari negara lain yang terlibat dalam serangan masa lalu tidak terpengaruh.
"Untuk beberapa terorisme dan dukungan untuk terorisme diukur dengan jumlah senjata yang mereka beli dari AS, dan bukan karena benar-benar terlibat dalam tindakan terorisme," kata Zarif, merujuk pada kepada kesepakatan AS dan Saudi sebesar $ 110 miliar dalam penjualan senjata.
Sebelumnya diwartakan, MA AS mengeluarkan keputusan yang mengizinkan pemerintah Presiden Donald Trump melarang masuk migran asal enam negara berpenduduk mayoritas Muslim. Larangan diberlakukan selama 90 hari.
Keputusan MA Amerika ini sekaligus membatalkan keputusan pengadilan di bawahnya yang memblokir “travel ban” pemerintah Trump. Keputusan MA ini juga dianggap sebagai kemenangan Trump dalam kontroversi hukum terbesar sejak dia menjabat.
Dalam putusannya, MA membiarkan satu kategori orang asing yang dilindungi. ”Mereka yang dengan klaim hubungan bonafide yang dapat dipercaya dengan seseorang atau entitas di Amerika Serikat,” bunyi putusan Mahkamah Agung yang dikeluarkan hari Senin.
(esn)
Berita Terkait
Solidaritas untuk Iran:...
Solidaritas untuk Iran: Masyarakat Tanda Tangani Pernyataan di Kediaman Dubes
Duta Besar Iran Ungkap...
Duta Besar Iran Ungkap Kronologi Lengkap Gelombang Protes Besar
Sengketa Rebutan Pulau,...
Sengketa Rebutan Pulau, Iran Pamer Rudal di Teluk Persia
Iran Pamer Drone Militer...
Iran Pamer Drone Militer Terbaru, Terbang 24 Jam Jangkau 2000 Kilometer
Aksi Solidaritas Iran...
Aksi Solidaritas Iran di Depan Kedubes AS Jakarta
Rakyat Iran Berduka...
Rakyat Iran Berduka atas Meninggalnya Presiden Ebrahim Raisi
Berita Terkini
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
13 menit yang lalu
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
45 menit yang lalu
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
6 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
10 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
11 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
12 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved