Suriah Bantah Tudingan AS Soal Rencana Serangan Senjata Kimia
Selasa, 27 Juni 2017 - 20:54 WIB
Suriah Bantah Tudingan AS Soal Rencana Serangan Senjata Kimia
A
A
A
DAMASKUS - Pemerintah Suriah membantah tudingan yang disampaikan oleh Amerika Serikat (AS). Washington menuduh rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad menyiapkan serangan senjata kimia lagi.
Juru bicara Gedung Putih, Sean Spicer mengatakan, pihaknya telah mengidentifikasi persiapan potensial untuk serangan senjata kimia lain oleh rezim Assad, yang kemungkinan akan mengakibatkan pembunuhan massal warga sipil, termasuk anak-anak yang tidak bersalah.
Di menyebut kegiatan yang dilakukan pemerintah Suriah saat ini sama dengan persiapan yang dibuat Damaskus sebelum serangan senjata kimia pada 4 April 2017 lalu.
"Damaskus tidak pernah menggunakan dan tidak akan pernah menggunakan senjata semacam itu. Pernyataan yang dikeluarkan oleh Gedung Putih menunjukkan sebuah "pertempuran diplomatik" melawan Suriah di PBB," kata Menteri Negara untuk Urusan Rekonsiliasi Nasional di Suriah, Ali Haidar, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (27/6).
Sebelumnya, Rusia menyatakan kekesalan atas ancaman yang disampaikan oleh AS terhadap Suriah. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menuturkan, pihaknya tidak mengetahui adanya informasi tentang ancaman bahwa senjata kimia dapat digunakan di Suriah.
"Saya tidak mengetahui adanya informasi tentang ancaman bahwa senjata kimia dapat digunakan. Tentu, kami menganggap ancaman seperti itu terhadap kepemimpinan sah Republik Arab Suriah tidak dapat diterima," kata Peskov.
Juru bicara Gedung Putih, Sean Spicer mengatakan, pihaknya telah mengidentifikasi persiapan potensial untuk serangan senjata kimia lain oleh rezim Assad, yang kemungkinan akan mengakibatkan pembunuhan massal warga sipil, termasuk anak-anak yang tidak bersalah.
Di menyebut kegiatan yang dilakukan pemerintah Suriah saat ini sama dengan persiapan yang dibuat Damaskus sebelum serangan senjata kimia pada 4 April 2017 lalu.
"Damaskus tidak pernah menggunakan dan tidak akan pernah menggunakan senjata semacam itu. Pernyataan yang dikeluarkan oleh Gedung Putih menunjukkan sebuah "pertempuran diplomatik" melawan Suriah di PBB," kata Menteri Negara untuk Urusan Rekonsiliasi Nasional di Suriah, Ali Haidar, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (27/6).
Sebelumnya, Rusia menyatakan kekesalan atas ancaman yang disampaikan oleh AS terhadap Suriah. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menuturkan, pihaknya tidak mengetahui adanya informasi tentang ancaman bahwa senjata kimia dapat digunakan di Suriah.
"Saya tidak mengetahui adanya informasi tentang ancaman bahwa senjata kimia dapat digunakan. Tentu, kami menganggap ancaman seperti itu terhadap kepemimpinan sah Republik Arab Suriah tidak dapat diterima," kata Peskov.
(esn)