Yakuza Ingin Dirikan Perusahaan Tentara Swasta di Asia Tenggara

Selasa, 27 Juni 2017 - 12:00 WIB
Yakuza Ingin Dirikan...
Yakuza Ingin Dirikan Perusahaan Tentara Swasta di Asia Tenggara
A A A
TOKYO - Yakuza yang dikenal sebagai geng sangar di Jepang ingin menjalankan pekerjaannya secara legal dengan berencana mendirikan perusahaan tentara swasta di luar negara asalnya. Perusahaan tentara swasta akan didirikan yakuza di wilayah Asia Tenggara.

Dengan perusahaan militer swasta itu, para anggota yakuza akan menyediakan pengawal dan petugas keamanan untuk bisnis warga Jepang di Asia Tenggara.

Dalam sebuah wawancara dengan majalah Flash, Yoshinori Oda, kepala Ninkyo Dantai Yamaguchi-gumi—salah satu kelompok yakuza Jepang—mengungkap rencana tersebut.

“Di luar Jepang, PMC (private military company) sudah ada di Amerika Serikat dan Eropa,” kata Oda.

”Karena kita tidak bisa masuk ke AS, kita akan mendirikan kantor cabang di Asia Tenggara dan membuat kontrak dengan kantor (bisnis) itu secara terpisah. Setelah menerima permintaan pengawal atau petugas keamanan untuk warga negara Jepang, kami akan dikirim,” ujar Oda, yang dikutip Selasa (27/6/2017).

Rencana yakuza ini muncul setelah perusahaan dan organisasi-organisasi Jepang yang melakukan bisnis di beberapa wilayah Asia mengkhawatirkan nasib keamanan staf mereka. Kekhawatiran muncul setelah tujuh anggota Badan Kerjasama Internasional Jepang terbunuh dalam serangan gerilyawan di sebuah restoran di Bangladesh pada bulan Juli 2016.

Pada bulan Januari 2013, sepuluh insinyur Jepang termasuk di antara lebih dari 40 orang yang terbunuh ketika kelompok fundamentalis Muslim yang menyerang pabrik gas alam di Aljazair.

Jake Adelstein, penulis buku “Tokyo Vice: American Reporter on the Police Beat in Japan” yang juga pakar underwold Jepang, mengatakan bahwa anggota yakuza yang ingin mendirikan perusahaan militer swasta itu adalah pecahan dari kelompok yakuza Kobe Yamaguchi-gumi.

”Polisi menahan sejumlah kelompok itu pekan lalu dengan (tuduhan) pengiriman pistol, yang menunjukkan bahwa mereka mungkin sedikit terlalu bersemangat dalam pekerjaan mereka,” katanya.

”Selain itu, Oda selalu membicarakan pembicaraan besar dan proyek semacam ini,” ujarnya, seperti dilansir South China Morning Post.

”Jelas, kelompok ini juga mencari bisnis yang tidak dilakukan oleh kelompok lain karena mereka digencet di Jepang dengan ketat oleh polisi berkat undang-undang baru yang dirancang untuk melakukan hal itu.”

”Sisi positif lainnya adalah bahwa yakuza membuat tentara yang hebat, mereka umumnya bersedia menyerahkan nyawa untuk atasan mereka, mereka patuh, mereka mahir dalam kekerasan dan banyak dari mereka menikmatinya,” imbuh Adelstein.
(mas)
Berita Terkait
Banyak Warga Tertimbun...
Banyak Warga Tertimbun Reruntuhan, Korban Tewas Akibat Gempa Jepang Terus Bertambah
Rekomendasi Tempat Wisata...
Rekomendasi Tempat Wisata di Jepang bagi Wisatawan Indonesia
Dahsyatnya Gempa Merobek...
Dahsyatnya Gempa 'Merobek' Jalanan di Anamizu Jepang
6 Fakta Unik Onigiri,...
6 Fakta Unik Onigiri, dari Makanan Jiwa hingga Simbol Terima Kasih
Pekerja Asing Jadi Ancaman,...
Pekerja Asing Jadi Ancaman, 3 Alasan Jepang Bentuk Satuan Tugas untuk Utamakan Warga Lokal
8 Kesalahpahaman tentang...
8 Kesalahpahaman tentang Jepang, dari Teknologi hingga Sushi
Berita Terkini
Kebakaran Mengerikan...
Kebakaran Mengerikan Melanda Pub Bangkok, 27 Orang Tewas, 22 Kritis
22 menit yang lalu
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
1 jam yang lalu
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
1 jam yang lalu
Iran Serang 5 Negara...
Iran Serang 5 Negara Arab karena Jadi Pangkalan Militer AS
2 jam yang lalu
Serangan Balasan Iran...
Serangan Balasan Iran Diklaim Tewaskan 3 Tentara AS dan Hancurkan Sistem Rudal HIMARS
2 jam yang lalu
AS Bombarir Iran untuk...
AS Bombarir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang
3 jam yang lalu
Infografis
4.000 Karyawan Bank...
4.000 Karyawan Bank Terbesar Asia Tenggara akan Digantikan AI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved