PRT Indonesia Bunuh 2 Majikannya di Singapura lalu Kabur

Jum'at, 23 Juni 2017 - 07:37 WIB
PRT Indonesia Bunuh...
PRT Indonesia Bunuh 2 Majikannya di Singapura lalu Kabur
A A A
SINGAPURA - Seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia menjadi tersangka pembunuhan dua majikannya di Singapura. Usai membunuh pasangan lanjut usia (lansia) tersebut, tersangka melarikan diri ke Indonesia.

Pembunuhan terjadi pada hari Rabu di flat Bedok, Singapura. Menurut laporan The Straits Times, Jumat (23/6/2017), tersangka yang diketahui bernama Khasanah, 41, diduga telah membeli tiket ke Indonesia untuk melarikan diri.

Khasanah diduga memiliki dua lokasi tujuan pelarian. Yakni, ke Batam dan kemungkinan lain ke Tanjungbalai.

Kedua korban diketahui bernama Chia Ngim Fong, 79, dan istrinya Chin Sek Fah, 78. Tersangka telah tinggal dengan pasangan lansia itu di flat eksekutif lima kamar di Block 717, Bedok Reservoir Road, sekitar sebulan.

Jasad kedua korban ditemukan di flat lantai dua pada hari Rabu. Chia ditemukan di kamar tidur utama dengan noda darah di tubuhnya. Sedangkan jasad istrinya ditemukan dengan luka di lehernya. Keduanya diikat dengan rafia.

Seorang anggota keluarga, yang diyakini sebagai cucu pasangan itu, telah menghubungi polisi. Penyelidik polisi, yang berada di tempat kejadian lebih dari 12 jam, telah mengambil tiga pisau dari saluran pembuangan di flat tersebut pada Rabu malam.

Anggota keluarga yang menunggu di tangga menangis keras saat kedua jasad korban dibawa melewati mereka dan dibawa pergi sekitar pukul 23.00 malam.

Kepolisian Singapura telah menghubungi pihak kepolisian Indonesia untuk membantu penyelidikan. Tersangka diyakini merupakan PRT yang dipekerjakan oleh Sun Employment Agency. Agen PRT itu milik putra pasangan korban, yang juga tinggal di flat tersebut.

Agen tersebut tutup pada hari Kamis kemarin, yang menurut agen-agen lain, merupakan hal yang tidak biasa. ”Mereka biasanya buka setiap hari, dan bisnis mereka bagus,” kata Liew Peh Ling, 28, yang bekerja di Sin Yuan Resources.

Manajer agen lain, yang menolak disebut namanya, mengatakan bahwa tidak mengherankan jika pemilik agen menyewa pembantu mereka sendiri di rumah mereka.

Beberapa tetangga menggambarkan pasangan tersebut sebagai orang yang ramah dan penuh kasih. Korban pria dikenal memiliki masalah mobilitas dan memerlukan tongkat setelah mengalami stroke baru-baru ini.

Menurut catatan Accounting and Corporate Regulatory Authority, pasangan tersebut memiliki 747 Department Store dari tahun 1977 sampai 1990. Mereka kemudian mengelola tiga toko yang menjual sepatu, produk kecantikan dan barang lainnya sampai tahun 2000.

Investigasi polisi saat ini sedang berlangsung.
(mas)
Berita Terkait
Politikus Muslim Ini...
Politikus Muslim Ini Ungkap Rahasia Kesuksesan Singapura
120 Ton Bantuan Alkes...
120 Ton Bantuan Alkes dari Singapura Tiba Di Tanjung Priok
Bangun Kontribusi Unik...
Bangun Kontribusi Unik untuk Hubungan Indonesia-Singapura, Zainul Abidin Rasheed Raih Adinata Awards
Seperti di Indonesia,...
Seperti di Indonesia, Mobilitas Masyarakat di Singapura Kembali Meningkat ketika Covid-19 Melandai
Indonesia Efisiensi,...
Indonesia Efisiensi, Singapura Bagi-bagi Dolar dan Diskon Pajak
Profil Anil Kumar Nayar,...
Profil Anil Kumar Nayar, Duta Besar Singapura untuk Indonesia
Berita Terkini
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
16 menit yang lalu
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
35 menit yang lalu
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
10 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
11 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
12 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
13 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved