Sniper Kanada Bunuh Militan ISIS dari Jarak 2 Mil

Kamis, 22 Juni 2017 - 20:00 WIB
Sniper Kanada Bunuh...
Sniper Kanada Bunuh Militan ISIS dari Jarak 2 Mil
A A A
BAGHDAD - Sebuah laporan seorang penembak jitu atau sniper asal Kanada berhasil membunuh seorang militan ISIS dari jarak lebih dari dua mil. Ini memecahkan rekor dunia untuk pembunuhan dengan jarak terjauh dalam sejarah.

Seperti dikutip USA Today dari surat kabar Globe and Mail Toronto, Kamis (22/6/2017), spesialis senjata dari Satuan Tugas Gabungan elit 2 mencapai prestasi tertinggi itu selama operasi dalam 30 hari terakhir.

"Tembakan tersebut benar-benar mengganggu serangan Daesh (ISIS) terhadap pasukan keamanan Irak," ucap seorang sumber militer - yang meminta namanya dirahasiakan karena operasi unit tersebut dirahasiakan - kepada surat kabar tersebut.

"Alih-alih menjatuhkan bom yang berpotensi membunuh warga sipil di daerah tersebut, ini adalah aplikasi yang sangat tepat untuk kekuatan dan karena sejauh ini, orang-orang jahat tidak memiliki petunjuk tentang apa yang terjadi," imbuhnya.

Menurut surat kabar itu pasukan Satgas Gabungan bertugas untuk melawan kontraterorisme, operasi penembak jitu, dan penyelamatan sandera. Unit penembak jitu adalah anggota Resimen Operasi Khusus Kanada.

Menurut sumber yang dikutip oleh Globe and Mail, sniper biasanya bekerja dengan seorang pengamat.

"Kanada memiliki sistem penembak jitu kelas dunia. Bukan hanya penembak jitu. Mereka bekerja berpasangan. Ini adalah keahlian yang hanya dimiliki oleh sedikit orang," kata sumber tersebut kepada surat kabar itu.

Mereka juga harus memperhitungkan kecepatan angin dan meningkatnya gerakan turun peluru karena kehilangan kecepatan dalam jarak yang begitu jauh.

"Anda harus menyesuaikan agar dia menembak dari lokasi yang lebih tinggi ke bawah dan saat putaran turun Anda harus memperhitungkannya. Dan dari jarak itu Anda benar-benar harus memperhitungkan kelengkungan Bumi," terang sumber tadi.

Tembakan sejauh 3.450 meter, yang memakan waktu sekitar 10 detik untuk mencapai targetnya, telah diverifikasi secara independen oleh kamera video dan data lainnya, kata sumber tersebut.

Catatan sebelumnya dipegang oleh seorang penembak jitu asal Inggris, Craig Harrison, yang pada tahun 2009 menembak penembak Taliban dari jarak 2.475 meter, atau sekitar satu setengah mil jauhnya saat melakukan operasi di Afghanistan.

Menurut Newsweek, Kanada telah terlibat dalam perang melawan ISIS sejak tahun 2014, dengan pemerintahan baru Perdana Menteri Justin Trudeau meningkatkan jumlah pasukan khusus Kanada yang terlibat dalam misi pelatihan dengan pasukan Peshmerga Kurdi dari 69 menjadi 207 orang.
(ian)
Berita Terkait
Terungkap, Pengantin...
Terungkap, Pengantin ISIS Shamima Begum Diselundupkan ke Suriah oleh Mata-mata Kanada
Pria asal Arab Saudi...
Pria asal Arab Saudi Mengaku Bersalah Jadi Narator Video ISIS
Pembunuhan Warga India...
Pembunuhan Warga India di Kanada Memicu Hubungan India-Kanada Memburuk
Kebakaran Hutan Kanada...
Kebakaran Hutan Kanada Meluas, Rumah dan Mobil Hangus Terbakar
Pasca Bom Bunuh Diri...
Pasca Bom Bunuh Diri ISIS-K, Pasukan Taliban Blokade Jalan di Kawasan Bandara Kabul
ISIS Serbu Penjara Kurdi...
ISIS Serbu Penjara Kurdi Suriah, 25 Tewas
Berita Terkini
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
37 menit yang lalu
Iran Hentikan Serangan...
Iran Hentikan Serangan Balasan yang Menyakitkan ke Israel
1 jam yang lalu
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
4 jam yang lalu
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
8 jam yang lalu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
8 jam yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
9 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Senin 2 Maret 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved