Protes, Para Pria di Eropa Kerja Memakai Rok

Kamis, 22 Juni 2017 - 13:30 WIB
Protes, Para Pria di...
Protes, Para Pria di Eropa Kerja Memakai Rok
A A A
PARIS - Para karyawan di sejumlah negara di Eropa nekat berangkat kerja ke kantor mengenakan rok. Hal itu sebagai protes larangan pengenaan celana pendek saat gelombang panas melanda Eropa.

Gerakan para karyawan mengenakan rok di kantor terjadi di Prancis, Swedia dan Inggris. Sejumlah perusahaan di negara itu mengeluarkan aturan berpakaian atau dress code, yang salah satunya melarang pemakaian celanda pendek untuk kerja di kantor.

Para sopir bus Prancis berangkat ke kantor mereka pada hari Selasa, 20 Juni 2017 dengan mengenakan rok. Larangan pemakaian celana pendek untuk kerja ketika cuaca panas melanda Eropa mereka anggap tidak adil.

Para anggota serikat CFDT (Confédération Française Démocratique du Travail) Semitan menggambarkan aturan ketat dalam busana kerja tersebut tidak masuk akal mengingat cuaca panas yang ekstrem. Mereka mempertanyakan mengapa sopir perempuan diizinkan mengenakan rok tapi sopir pria dilarang bekerja dengan celana pendek.

”Kami tidak mengerti larangannya: saat kami menyetir, kami duduk, para pelancong bahkan tidak akan melihatnya!" kata salah seorang sopir kepada Franceinfo, yang dikutip IB Times, Kamis (22/6/2017).

Menurutnya, karyawan transportasi di Swedia telah melakukan demonstrasi serupa dan akhirnya diizinkan mengenakan celana pendek.

Di Inggris, seorang pekerja call center yang dipulangkan karena mengenakan celana pendek, nekat berangkat ke kantor keesokan harinya dengan gaun pink cerah. Joey Barge, 20, asal Buckinghamshire disuruh pulang karena celana pendek birunya tidak memenuhi aturan busana yang ditetapkan perusahaan.

Aksi nekat Barge mendorong perusahaannya untuk mengubah peraturan tentang busana kerja. Setelah Barge mengenakan pakaian berwarna-warni untuk bekerja, tim manajemen mengirim email ke semua staf kantor untuk mengumumkan bahwa; ”Para karyawan di kantor pada hari berikutnya diperbolehkan mengenakan celana tiga perempat (warna) hitam, biru tua atau krem saja.”
(mas)
Berita Terkait
Islamofobia: Apa yang...
Islamofobia: Apa yang Ingin Dilakukan Eropa terhadap Umat Islam?
Lloris Tegaskan Prancis...
Lloris Tegaskan Prancis Tidak Akan Selamatkan Swedia
Jerman: Laboratorium...
Jerman: Laboratorium di Prancis dan Swedia Turut Konfirmasi Navalny Diracun Novichok
Usai Bantu Prancis Taklukkan...
Usai Bantu Prancis Taklukkan Swedia, Mbappe Alami Cedera
Mbappe Siap Tampil di...
Mbappe Siap Tampil di Laga Penutup Prancis Kontra Swedia
Akademisi Inggris: Pembakaran...
Akademisi Inggris: Pembakaran Alquran Adalah Tindakan Ekstremis
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
2 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
3 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
4 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
5 jam yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
5 jam yang lalu
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
6 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved