Hujan Deras Picu Tanah Longsor di Bangladesh, 107 Tewas
Rabu, 14 Juni 2017 - 11:04 WIB
Hujan Deras Picu Tanah Longsor di Bangladesh, 107 Tewas
A
A
A
DHAKA - Hujan lebat yang turun di wilayah tenggara Bangladesh memicu terjadinya bencana tanah longsor. Para pejabat melaporkan sedikitnya 107 orang tewas, termasuk lima tentara.
Dikutip dari BBC, Rabu (14/6/2017), juru bicara distrik Rangamati mengatakan setidaknya 60 orang tewas dalam serangkaian tanah longsor di wilayah itu. Operasi penyelamatan terhambat oleh cuaca buruk.
Sementara itu, akibat tanah longsor saluran telekomunikasi dan listrik telah terputus. Beberapa komunitas masyarakat tidak dapat dihubungi.
"Kami belum bisa menjangkau banyak tempat yang terkena dampak," kata Reaz Ahmed, kepala Departemen Penanggulangan Bencana.
"Setelah hujan usai, kita akan mendapatkan gambaran lengkap tentang kerusakan dan mendapatkan pekerjaan pemulihan dengan berjalan lancar," katanya.
Di distrik Rangamati, daerah perbukitan yang dekat dengan perbatasan India, tanah longsor mengubur rumah penduduk.
"Beberapa dari mereka sedang tidur di rumah mereka di lereng bukit saat tanah longsor terjadi," kata kepala polisi distrik Sayed Tariqul Hasan.
Menurutu juru bicara militer Bangladesh, tentara yang tewas tengah membersihkan jalan di Rangamati dari tanah longsor sebelumnya ketika longsor lainnya terjadi.
Lalu lintas di ibukota Dhaka dan Chittagong, kota pelabuhan utama Bangladesh, juga terganggu oleh hujan lebat.
Bulan lalu, setidaknya delapan orang tewas dan ribuan rumah hancur setelah Topan Mora menghantam Bangladesh tenggara. Sampai satu juta orang dievakuasi.
Tanah longsor yang disebabkan oleh musim hujan sering terjadi di perbukitan selatan Bangladesh. Pada tahun 2007, sekitar 130 orang terbunuh oleh tanah longsor di Chittagong.
Dikutip dari BBC, Rabu (14/6/2017), juru bicara distrik Rangamati mengatakan setidaknya 60 orang tewas dalam serangkaian tanah longsor di wilayah itu. Operasi penyelamatan terhambat oleh cuaca buruk.
Sementara itu, akibat tanah longsor saluran telekomunikasi dan listrik telah terputus. Beberapa komunitas masyarakat tidak dapat dihubungi.
"Kami belum bisa menjangkau banyak tempat yang terkena dampak," kata Reaz Ahmed, kepala Departemen Penanggulangan Bencana.
"Setelah hujan usai, kita akan mendapatkan gambaran lengkap tentang kerusakan dan mendapatkan pekerjaan pemulihan dengan berjalan lancar," katanya.
Di distrik Rangamati, daerah perbukitan yang dekat dengan perbatasan India, tanah longsor mengubur rumah penduduk.
"Beberapa dari mereka sedang tidur di rumah mereka di lereng bukit saat tanah longsor terjadi," kata kepala polisi distrik Sayed Tariqul Hasan.
Menurutu juru bicara militer Bangladesh, tentara yang tewas tengah membersihkan jalan di Rangamati dari tanah longsor sebelumnya ketika longsor lainnya terjadi.
Lalu lintas di ibukota Dhaka dan Chittagong, kota pelabuhan utama Bangladesh, juga terganggu oleh hujan lebat.
Bulan lalu, setidaknya delapan orang tewas dan ribuan rumah hancur setelah Topan Mora menghantam Bangladesh tenggara. Sampai satu juta orang dievakuasi.
Tanah longsor yang disebabkan oleh musim hujan sering terjadi di perbukitan selatan Bangladesh. Pada tahun 2007, sekitar 130 orang terbunuh oleh tanah longsor di Chittagong.
(ian)