Mengebom Jemaah Salat di Masjid Suriah, AS Nyatakan Sah

Kamis, 08 Juni 2017 - 09:51 WIB
Mengebom Jemaah Salat...
Mengebom Jemaah Salat di Masjid Suriah, AS Nyatakan Sah
A A A
WASHINGTON - Hasil investigasi militer terkait serangan bom udara AS di sebuah masjid di Aleppo, Suriah, yang membunuh lebih dari 40 orang beberapa waktu lalu, telah dirilis. Militer Washington akui ada kekeliruan karena serangan menghantam orang-orang salat, namun serangan tetap dinyatakan sah sesuai hukum karena ditargetkan terhadap al-Qaeda.

Mayoritas korban tewas dalam serangan bom AS itu adalah warga sipil. Militer Amerika berdalih, serangan yang menghantam masjid di Al-Jinah, Aleppo, ditargetkan terhadap pertemuan para anggota al-Qaeda.

Hasil investigasi itu dirilis Komando Pusat (CENTCOM) AS pada hari Rabu waktu AS. Hasil penyelidikan itu memuat temuan dan rekomendasi dari penyelidikan internal terhadap serangan udara pada 16 Maret 2017 di Al-Jinah.

CENTCOM menjabarkan hasil penyelidikan militer itu dalam rangkaian tweet melalui akun Twitter-nya, @CENTCOM, yang dikutip SINDOnews, Kamis (8/6/2017).

AS pada awalnya menolak mengakui kekeliruan target dalam serangannya. Pentagon kala itu hanya bersedia mengakui bahwa serangannya ditujukan terhadap sebuah pertemuan teroris di wilayah yang berbatasan dengan Idlib.

Pentagon kala itu bahkan berani mengklaim masjid di Al-Jinnah masih utuh, meski bukti video menunjukkan fakta sebaliknya. Pada awal Mei 2017, CENTCOM akhirnya mengakui bahwa serangan bom itu memang menghancurkan masjid.

“Investigasi temuan perwira terkait penyelidikan serangan udara di Al-Jinah, Provinsi Aleppo, Suriah, pada 16 Maret,” bunyi tweet awal dari rangkaian tweet akun @CENTCOM.

“Penyelidikan menemukan serangan tersebut sesuai dengan persyaratan operasional dan sah,” lanjut tweet tersebut. “Serangan tersebut menimpa sebuah pertemuan al-Qaeda, bukan pertemuan sipil.”

Laporan CENTCOM itu juga mencantumkan perihal informasi intelijen yang diterima komandan militer terkait lokasi pertemuan tentang sekelompok teroris al-Qaeda dan orang-oran yang berkolaborasi dengan kelompok itu. Para pengambil keputusan percaya pertemuan tersebut akan berlangsung di sebuah gudang dan sebuah tempat tinggal. Informasi itulah yang jadi acuan militer AS memproses target.

”Sel serangan mengikuti prosedur untuk memastikan bahwa pertemuan tersebut merupakan target militer yang sah, memastikan serangan tersebut akan proporsional, dan melakukan semua tindakan pencegahan yang layak untuk meminimalkan risiko kerusakan atau korban sipil,” kata Mayor Josh T. Jacques, Kepala Operasi Media untuk CENTCOM dalam sebuah pernyataan kepada Russia Today.

Serangan AS menggunakan pesawat jet tempur F-15 dan pesawat tempur MQ-9 Reaper untuk menargetkan gudang tersebut. Namun, serangan itu ternyata juga menghantam masjid yang berdekatan dengan target.

Versi CENTCOM, sekitar dua lusin korban tewas adalah anggota Al-Qaeda dan afiliasinya. Namun, warga setempat menyatakan mayoritas korban jiwa adalah kalangan sipil.

Human Rights Watch (HRW) yang merilis laporan berdasarkan laporan saksi mata, mengatakan bahwa masjid tersebut telah digunakan jemaah salat setiap hari. HRW menuduh pasukan AS gagal memeriksa kembali fakta di lapangan sebelum meluncurkan serangan.

”Serangan udara terjadi di antara matahari terbenam dan salat malam, saat pejabat AS seharusnya tahu bahwa akan ada orang-orang yang berkumpul di masjid,” kata Wakil Direktur HRW Divisi Timur Tengah dan Afrika, Lama Fakih.
(mas)
Berita Terkait
AS Bombardir Suriah,...
AS Bombardir Suriah, Habisi Komandan Senior al-Qaeda
AS Habisi Pentolan al-Qaeda...
AS Habisi Pentolan al-Qaeda dengan Rudal Pisau yang Dijuluki Bom Ninja
Serangan Drone AS Tewaskan...
Serangan Drone AS Tewaskan Pemimpin Senior Al-Qaeda di Suriah
Serangan Drone Kemungkinan...
Serangan Drone Kemungkinan Tewaskan Warga Sipil, AS Gelar Penyelidikan
Ingin Bunuh Pentolan...
Ingin Bunuh Pentolan Al-Qaeda, Serangan AS di Suriah Malah Tewaskan Petani Tua
Serangan Udara AS Tewaskan...
Serangan Udara AS Tewaskan Saudara Menteri Suriah yang Berafiliasi dengan al-Qaeda
Berita Terkini
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
35 menit yang lalu
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
1 jam yang lalu
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
2 jam yang lalu
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
2 jam yang lalu
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
3 jam yang lalu
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved