Trump Dukung Saudi Terkait dengan Qatar

Selasa, 06 Juni 2017 - 21:59 WIB
Trump Dukung Saudi Terkait...
Trump Dukung Saudi Terkait dengan Qatar
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara tersirat mendukung Arab Saudi cs terkait dengan ketegangan dengan Qatar. Saudi, dan lima negara Teluk lainnya memutus hubungan diplomatik dengan Qatar karena diduga mendukung terorisme.
Trump menuturkan, saat dia melakukan perjalanan ke Timur Tengah bulan lalu, salah satu yang dibahas adalah mengenai penghentian pendanaan terhadap kelompok radikal. Saat itu, lanjut Trump semua pemimpin negara Arab menunjuk Qatar sebagai negara yang mendukung kelompok radikal.
"Selama perjalanan saya baru-baru ini ke Timur Tengah, saya menyatakan bahwa tidak akan ada lagi pendanaan Ideologi Radikal. Pemimpin menunjuk Qatar - lihat!," kata Trump, seperti dilansir Independent pada Selasa (6/6).
Qatar sendiri memang telah lama mendapat kritikan dari negara Teluk atas dugaan dukungannya terhadap kelompok Islamis, seperti Ikhwanul Muslimin yang telah dilarang oleh Arab Saudi, UEA dan Mesir. Pemerintah Mesir bahkan menyatakan Ikhanul Muslimin sebagai organisasi teroris.

Arab Saudi, dalam sebuah pernyataan pada Senin, juga menuduh Qatar bekerja sama dengan milisi yang didukung Iran di wilayah Qiyan timur yang didominasi warga Syiah, dan juga di wilayah Bahrain. Namun, Qatar telah menyangkal tuduhan itu.

Tak hanya itu, Qatar juga sudah lama dituduh mendanai kelompok ekstremis oleh negara-negara tetangganya dan para pejabat Barat. Namun, Doha lagi-lagi menyangkalnya.

Ketegangan meningkat saat seorang hacker meretas situs kantor berita pemerintah Qatar, QNA (Qatar News Agency). Kantor berita itu tiba-tiba menerbitkan pernyataan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani yang berisi komentar negatif tentang Arab Saudi. Emir Qatar menegaskan, kantor berita itu diretas hacker dan berita yang muncul adalah berita palsu atau fake news.
Tapi, Saudi dan para sekutu Arab-nya terlanjur marah. Sebagian dari mereka membalas dengan melarang media ternama Qatar, Al Jazeera. Alasannya, media itu dianggap melakukan hasutan di kawasan Timur Tengah.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
29 menit yang lalu
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
34 menit yang lalu
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
2 jam yang lalu
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
3 jam yang lalu
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
4 jam yang lalu
Trump: Pasukan AS Segera...
Trump: Pasukan AS Segera Serang Lokasi Gunung Pickaxe Iran dengan Sangat Hebat
5 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved