Dubes Basri Imbau WNI di Qatar Tenang dan Waspada
Selasa, 06 Juni 2017 - 14:44 WIB
Dubes Basri Imbau WNI di Qatar Tenang dan Waspada
A
A
A
JAKARTA - Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Qatar, Marsekal Madya TNI (Purn) Muhamad Basri Sidehabi, mengimbau seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Qatar untuk tenang dan waspada. Imbauan ini muncul setelah negara-negara Arab termasuk Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.
Dubes Basri minta para WNI tetap mengikuti perkembangan situasi keamanan di negara itu melalui berbagai sarana. “Tidak perlu mengambil langkah-langkah yang berlebihan mengingat situasi di Qatar masih aman dan terkendali,” katanya, dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Selasa (6/6/2017).
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Doha, lanjut Dubes Basri, tengah melakukan koordinasi dengan otoritas setempat guna memastikan keamanan dan keselamatan seluruh WNI di Qatar.
Imbauan diplomat Indonesia itu disampaikan saat menggelar pertemuan dengan masyarakat Indonesia di kompleks Al Khor Community (AKC), Kota Alkhor sekitar 60km dari Ibu Kota Doha, pada Senin (5/6/2017).
Basri mengatakan, KBRI telah mempersiapkan langkah antisipasi guna mengantisipasi kondisi di lapangan. ”Dubes adalah orang terakhir yang akan meninggalkan Qatar,” ucap mantan pilot F-16 pertama Indonesia saat meyakinkan para WNI untuk tetap tenang.
“Kondisi politik ini sudah terjadi pada tahun 2014 lalu sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.
Menurut mantan anggota DPR RI ini, persiapan telah dilakukan KBRI mengingat jumlah WNI di Qatar yang relatif cukup besar. Berdasarkan informasi International Organisation for Migration (IOM) jumlah WNI pada tahun 2015 sekitar 43 ribu. WNI tersebut tersebar di seluruh Qatar, terutama di Al Khor, Dukhan, Umm Said, Al Shamal, Doha dan daerah di sekitarnya.
Seorang tokoh diaspora, Said Malawi yang juga karyawan migas, Qatar Gas, yang bermukim dua dekade di Al Khor, mengatakan sebagian besar tenaga kerja ahli Indonesia bermukim di Al Khor Community. Al Khor Community juga disebut-sebut sebagai komunitas diaspora Indonesia terbesar di dunia.
Dubes Basri minta para WNI tetap mengikuti perkembangan situasi keamanan di negara itu melalui berbagai sarana. “Tidak perlu mengambil langkah-langkah yang berlebihan mengingat situasi di Qatar masih aman dan terkendali,” katanya, dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Selasa (6/6/2017).
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Doha, lanjut Dubes Basri, tengah melakukan koordinasi dengan otoritas setempat guna memastikan keamanan dan keselamatan seluruh WNI di Qatar.
Imbauan diplomat Indonesia itu disampaikan saat menggelar pertemuan dengan masyarakat Indonesia di kompleks Al Khor Community (AKC), Kota Alkhor sekitar 60km dari Ibu Kota Doha, pada Senin (5/6/2017).
Basri mengatakan, KBRI telah mempersiapkan langkah antisipasi guna mengantisipasi kondisi di lapangan. ”Dubes adalah orang terakhir yang akan meninggalkan Qatar,” ucap mantan pilot F-16 pertama Indonesia saat meyakinkan para WNI untuk tetap tenang.
“Kondisi politik ini sudah terjadi pada tahun 2014 lalu sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.
Menurut mantan anggota DPR RI ini, persiapan telah dilakukan KBRI mengingat jumlah WNI di Qatar yang relatif cukup besar. Berdasarkan informasi International Organisation for Migration (IOM) jumlah WNI pada tahun 2015 sekitar 43 ribu. WNI tersebut tersebar di seluruh Qatar, terutama di Al Khor, Dukhan, Umm Said, Al Shamal, Doha dan daerah di sekitarnya.
Seorang tokoh diaspora, Said Malawi yang juga karyawan migas, Qatar Gas, yang bermukim dua dekade di Al Khor, mengatakan sebagian besar tenaga kerja ahli Indonesia bermukim di Al Khor Community. Al Khor Community juga disebut-sebut sebagai komunitas diaspora Indonesia terbesar di dunia.
(mas)