Pekikkan 'Allahu Akbar!', Para Warga Kristen Marawi Lolos dari ISIS

Minggu, 04 Juni 2017 - 05:44 WIB
Pekikkan Allahu Akbar!,...
Pekikkan 'Allahu Akbar!', Para Warga Kristen Marawi Lolos dari ISIS
A A A
MARAWI - Pada Sabtu dini hari, sekitar 160 warga sipil Muslim dan Kristen di Marawi melambaikan bendera putih dan memekikkan “Allahu Akbar!” ketika menuju tempat pemeriksaan kelompok ekstremis ISIS. Teriakan takbir itu telah menyelamatkan mereka.

Ratusan warga sipil itu termasuk sebagian besar wanita, anak-anak dan para lansia. Mereka yang dari komunitas Muslim dan Kristen yang bersatu saling melindungi dari incaran kelompok Islamic State atau ISIS. Kelompok ekstremis itu sebelumnya adalah kelompok Maute, namun telah bersumpah setia menjadi bagian dari ISIS.

”Kami menyelamatkan diri,” kata tokoh masyarakat Muslim dan mantan politisi di Marawi, Norodin Alonto Lucman. Tokoh Muslim ini telah menyelamatkan sekitar 64 warga Kristen dengan menyembunyikan mereka di rumahnya.

”Ada rencana untuk mengebom seluruh kota (Marawi) jika (ISIS/Daesh) tidak menyetujui tuntutan pemerintah,” ujar Lucman.

”Kami mendapat tip dari komandan bahwa kami harus pergi keluar,” ujar Residen Leny Paccon, yang telah menyembunyikan 54 orang di rumahnya, termasuk 44 orang Kristen.

”Ketika saya mendapatkan teksnya, segera kami keluar, sekitar pukul 07.00,” ujarnya. Paccon kemudian bergabung dengan Lucman dan kelompoknya dalam usaha putus asa untuk melarikan diri dari ancaman pembunuhan ISIS.

”Saat kami berjalan, yang lain bergabung dengan kami,” tutur Lucman. ”Kami harus melewati banyak penembak runduk.”

Baca: Disegani ISIS, Pria Muslim Ini Selamatkan 64 Warga Kristen di Marawi

Menurut laporan Reuters, Minggu (4/6/2017), para ekstremis ISIS menghentikan warga sipil untuk mencari orang Kristen, termasuk pekerja konstruksi Jaime Daligdig. Ketika dihentikan, mereka kompak memekikkan “Allahu akbar!”. Teriakan itu membuat mereka diizinkan lewat.

Uskup Marawi, Edwin de la Pena, mengatakan kepada The Guardian bahwa seorang pemimpin Muslim setempat berjasa menyembunyikan orang-orang Kristen di penggilingan padi. Pemimpin Muslim itu, kata dia, memberikan beberapa pelajaran singkat dalam Islam.

”Dia memberi mereka orientasi,” kata de la Pena. ”Bagaimana menanggapi pertanyaan, melafalkan doa, memakai jilbab, bagaimana mengucapkan assalamu alaikum,” ujar Pena. Para warga Kristen itu sengaja dilatih warga Muslim agar berhasil lolos dari pemeriksaan ISIS.
(mas)
Berita Terkait
Perbarui Sumpah Lindungi...
Perbarui 'Sumpah' Lindungi Filipina, AS Serahkan Rudal dan Bom
Abu Sayyaf Sergap Militer...
Abu Sayyaf Sergap Militer Filipina, 11 Tentara Dihabisi
Sidang Munarman, Saksi...
Sidang Munarman, Saksi Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri Filipina Hadiri Baiat ISIS di Makassar
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Pasca Bom Bunuh Diri...
Pasca Bom Bunuh Diri ISIS-K, Pasukan Taliban Blokade Jalan di Kawasan Bandara Kabul
ISIS Serbu Penjara Kurdi...
ISIS Serbu Penjara Kurdi Suriah, 25 Tewas
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
4 jam yang lalu
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
5 jam yang lalu
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
6 jam yang lalu
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
7 jam yang lalu
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
8 jam yang lalu
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
9 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved