Dalih Guru Agama yang Kemaluannya Dipotong Korban Pemerkosaannya

Minggu, 04 Juni 2017 - 00:05 WIB
Dalih Guru Agama yang...
Dalih Guru Agama yang Kemaluannya Dipotong Korban Pemerkosaannya
A A A
NEW DELHI - Seorang guru agama di Kerala, India selatan yang organ kemaluannya dipotong oleh mahasiswi karena memperkosanya selama beberapa tahun telah menolak tuduhan tersebut. Dia berdalih, perempuan 23 tahun itu menyerangnya karena balas dendam terkait sengketa keuangan.

Guru agama bernama Gangeshananda Teethapadam alias Hariswami, 54, dibawa polisi ke tempat kejadian perkara pada hari Jumat, 2 Juni 2017, untuk mengumpulkan bukti. Dia mengatakan kepada wartawan bahwa dia mempunyai urusan keuangan dengan keluarga perempuan tersebut.

Teethapadam mengklaim bahwa saat kesepakatan itu berjalan, mahasiswi itu balas dendam dengan memotong alat kelaminnya.

Baca: Mahasiswi India Potong Kemaluan Pria yang Memperkosanya

Guru agama itu melanjutkan bahwa perempuan yang menyerangnya mendapat bantuan seorang pria bernama Aiyappa Das. Pria itu diduga menjalin hubungan asmara dengan perempuan tersebut.

“Saya tertidur dan saat terbangun saya melihat perempuan itu. Dia mendapat pertolongan dari temannya Ayyapa Das,” kata Teethapadam, seperti dikutip IB Times.

Namun, klaim Teethapadam ini bertentangan dengan yang dia sampaikan sebelumnya, di mana dia mengatakan bahwa dia memutilasi organ kemaluannya sendiri karena tidak berguna.

Dia telah dihadirkan di pengadilan pada hari Sabtu (3/6/2017). Dia saat ini berada di dalam tahanan polisi.

Teethapadam telah dijerat dengan Pasal 376 UU Pidana India tentang pemerkosaan. Dia juga dijerat dengan UU Pelanggaran Seksual dan Perlindungan Anak (POCSO).

Idenitas perempuan yang menyerang guru agama itu dilindungi pihak kepolisian. Menurutnya, Teethapadam telah memperkosanya berkali-kali sejak dia berusia 16 tahun.

Teethapadam telah mengunjungi rumahnya secara teratur untuk melakukan ritual keagamaan atas permintaan ibunya. Perempuan itu mengatakan kepada polisi bahwa dia telah memberi tahu ibunya tentang pelecehan seksual yang dilakukan Teethapadam, namun tidak direspons.

Pada tanggal 29 Mei, ibu perempuan tersebut memberikan sebuah surat sebagai bukti kepada polisi Kerala yang mengklaim bahwa putrinya tidak stabil secara mental. Dia mengambil langkah hukum melawan Teethapadam.

Sang ibu juga mengklaim bahwa putrinya telah dua kali mencoba bunuh diri di masa lalu dengan mengiris pergelangan tangannya.

Kepala Menteri Kerala Pinarayi Vijayan sebelumnya memuji perempuan muda yang berani melawan pelaku pemerkosa. ”Tindakan yang berani dan kuat,” kata Pinarayi.
(mas)
Berita Terkait
Banjir Lumpur Kubur...
Banjir Lumpur Kubur Truk di Sikkim India, 100 Warga Hilang
Banjir Terjang India,...
Banjir Terjang India, Lebih dari 60 Orang Tewas
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Sampaikan Pidato Kenegaraan di DPR RI
Ritual Magh Mela, Pemandian...
Ritual Magh Mela, Pemandian Suci untuk Penebusan Dosa Bagi Umat Hindu di India
Jelang Hari Republik,...
Jelang Hari Republik, Tentara India Gelar Latihan Parade di New Delhi
Bukan Pesawat AS atau...
Bukan Pesawat AS atau Rusia, India Akhirnya Setujui Pembelian Jet Tempur Senilai Rp123 Triliun
Berita Terkini
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
1 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
2 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
3 jam yang lalu
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
4 jam yang lalu
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
5 jam yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved