ISIS Klaim Bertanggung Jawab Atas Serangan Mematikan di Manila
Sabtu, 03 Juni 2017 - 11:37 WIB
ISIS Klaim Bertanggung Jawab Atas Serangan Mematikan di Manila
A
A
A
MANILA - Kelompok ekstrimis ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan mematikan di Resorts World Manila di Filipina. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 36 orang.
Seorang pria bersenjata masuk ke Resorts World Manila pada hari Jumat dini hari. Ia lantas melepaskan tembakan dari senapan serbu dan membakar meja perjudian. Sebagian besar korban diyakini meninggal akibat menghirup asap.
Dikutip dari CNN, Sabtu (3/6/2017), ISIS mengklaim anggotanya telah melakukan serangan tersebut dalam sebuah pernyataan yang dimuat media propagandanya Amaq. Dalam pernyataan itu, ISIS menyebut pelaku bernama Abou al-Kheir al-Arkhebieli. Pelakua diklaim membunuh atau melukai sejumlah orang Kristen sebelum ia menghabisi dirinya sendiri.
Namun pihak kepolisian Filipina membantah klaim ISIS tersebut. Polisi mengatakan bahwa tidak ada yang benar dalam pernyataan tersebut. "Mereka selalu bisa mengklaim apapun yang ingin mereka klaim," kata kepala polisi untuk wilayah Manila, Oscar Albayalde.
"Mereka memiliki reputasi mengklaim semua kekejaman di seluruh dunia untuk mengabadikan diri mereka untuk mendapatkan ketenaran global. Tidak ada kebenaran bahwa insiden tersebut adalah tindakan teror," tegas Albayalde.
Otoritas keamanan Filipina sendiri saat ini tengah terlibat pertempuran dengan kelompok pemberontak yang telah bersumpah setia kepada ISIS di selatan negara itu. Milisi Maute menyerbu dan menguasai kota Marawi setelah aksi penangkapan terhadap Isnilon Hapilon berujung pada kegagalan. Isnilon adalah sosok yang disebut sebagai "emir" ISIS dan menunjuk orang untuk operasinya di Filipina.
Seorang pria bersenjata masuk ke Resorts World Manila pada hari Jumat dini hari. Ia lantas melepaskan tembakan dari senapan serbu dan membakar meja perjudian. Sebagian besar korban diyakini meninggal akibat menghirup asap.
Dikutip dari CNN, Sabtu (3/6/2017), ISIS mengklaim anggotanya telah melakukan serangan tersebut dalam sebuah pernyataan yang dimuat media propagandanya Amaq. Dalam pernyataan itu, ISIS menyebut pelaku bernama Abou al-Kheir al-Arkhebieli. Pelakua diklaim membunuh atau melukai sejumlah orang Kristen sebelum ia menghabisi dirinya sendiri.
Namun pihak kepolisian Filipina membantah klaim ISIS tersebut. Polisi mengatakan bahwa tidak ada yang benar dalam pernyataan tersebut. "Mereka selalu bisa mengklaim apapun yang ingin mereka klaim," kata kepala polisi untuk wilayah Manila, Oscar Albayalde.
"Mereka memiliki reputasi mengklaim semua kekejaman di seluruh dunia untuk mengabadikan diri mereka untuk mendapatkan ketenaran global. Tidak ada kebenaran bahwa insiden tersebut adalah tindakan teror," tegas Albayalde.
Otoritas keamanan Filipina sendiri saat ini tengah terlibat pertempuran dengan kelompok pemberontak yang telah bersumpah setia kepada ISIS di selatan negara itu. Milisi Maute menyerbu dan menguasai kota Marawi setelah aksi penangkapan terhadap Isnilon Hapilon berujung pada kegagalan. Isnilon adalah sosok yang disebut sebagai "emir" ISIS dan menunjuk orang untuk operasinya di Filipina.
(ian)