PBB: Israel Sumber Krisis Kemanusiaan Palestina

Kamis, 01 Juni 2017 - 16:25 WIB
PBB: Israel Sumber Krisis...
PBB: Israel Sumber Krisis Kemanusiaan Palestina
A A A
RAMALLAH - PBB dalam laporan terbarunya menyebutkan, pendudukan Israel masih menjadi sumber utama krisis kemanusiaan di seluruh wilayah Palestina yang diduduki atau oPt. Laporan ini dirilis sekaligus untuk menandai 50 tahun pendudukan Israel atas tanah Palestina.
Menurut laporan yang dirilisKantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), disebutkan kebijakan dan praktik pendudukan Israel tetap menjadi alasan utama kebutuhan kemanusiaan di wilayah Palestina yang diduduki.
"Pada intinya, krisis di oPt adalah salah satu kurangnya perlindungan bagi warga sipil Palestina, dari kekerasan, dari pemindahan, dari pembatasan akses terhadap layanan dan mata pencaharian, dan dari pelanggaran hak lainnya, dengan dampak yang tidak proporsional terhadap mereka yang paling, khususnya anak-anak," bunyi laporan OCHA.
"Sementara tren bervariasi dari satu tahun ke tahun berikutnya, kurangnya perlindungan dan pertanggungjawaban yang meluas atas pelanggaran hukum internasional tetap ada," sambungnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Kamis (1/6).
Laporan tersebut menunjukkan korban tewas warga Palestina akibat kekerasan yang berkaitan dengan konflik di wilayah pendudukan Palestina dan Israel menurun sebesar 37 persen pada tahun 2016 dibandingkan dengan tahun 2015, dan penurunan jumlah korban jiwa di Israel adalah 48 persen. Laporan tersebut menggarisbawahi pemindahan paksa warga Palestina terus berlanjut.
"Meskipun tidak ada pengungsian baru di Jalur Gaza, karena gencatan senjata Agustus 2014 terus berlanjut, lebih dari 9.000 keluarga mengungsi pada akhir tahun 2016. Di Tepi Barat, lebih banyak warga Palestina mengungsi pada tahun 2016 karena penghancuran rumah mereka oleh pemerintah Israel daripada di tahun manapun sejak OCHA mulai merekam fenomena tersebut pada tahun 2009. Sebagian besar dihancurkan dengan alasan mereka kekurangan izin mendirikan bangunan, yang hampir tidak mungkin diperoleh dari pihak berwenang Israel," ungkapnya.
OCHA menambahkan, pembatasan terhadap pergerakan warga Palestina, dan akses terhadap layanan dasar dan bantuan kemanusiaan juga berlanjut. "Pada tahun 2016, organisasi kemanusiaan terus menghadapi berbagai hambatan untuk memberikan bantuan," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
Kowani Hadiri Sidang...
Kowani Hadiri Sidang CSW ke-67 di Markas PBB
5 Syarat Menjadi Sekjen...
5 Syarat Menjadi Sekjen PBB, Salah Satunya Memiliki Jaringan dan Pergaulan Internasional
4 Tugas Berat Sekjen...
4 Tugas Berat Sekjen PBB, dari CEO hingga Penjaga Perdamaian
Siapa Saja Sekjen PBB...
Siapa Saja Sekjen PBB dari Masa ke Masa? 2 Orang Berasal dari Asia
Dinilai Sudah Tak Berfungsi,...
Dinilai Sudah Tak Berfungsi, Sekjen PBB Serukan Reformasi Lembaga Multilateral Dunia
Belum Bayar Iuran PBB,...
Belum Bayar Iuran PBB, Iran Terancam Kehilangan Hak Suara
Berita Terkini
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
43 menit yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
1 jam yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
2 jam yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
3 jam yang lalu
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
4 jam yang lalu
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
5 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved