Tillerson Meminta Maaf pada Inggris Terkait Bom Manchester
Jum'at, 26 Mei 2017 - 21:21 WIB
Tillerson Meminta Maaf pada Inggris Terkait Bom Manchester
A
A
A
LONDON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson meminta maaf kepada Inggris atas bocornya laporan investigasi serangan bom Manchester. Tillerson menyatakan, pihaknya bertanggung jawab penuh atas hal ini.
Perminataan maaf tersebut disampaikan Tillerson saat melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson di London. Dalam pertemuan tersebut, Tillerson juga mengatakan seluruh warga AS turut sedih, dan terluka atas serangan yang menewaskan 22 orang itu.
"Kami bertanggung jawab penuh untuk itu dan kami sangat menyesal bahwa itu terjadi. Sehubungan dengan pelepasan informasi secara tidak tepat, tentu kita mengutuk itu," kata Tillerson dalam sebuah pernyataan.
Tillerson, seperi dilansir Reuters pada Jumat (26/5), menambahkan pihaknya mengharapkan hubungan keamanan yang erat antara Washington dan London untuk menahan kebocoran tersebut.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Inggris, Amber Rudd mengecam pejabat AS karena mempertaruhkan integritas operasional penyelidikan yang sedang berlangsung atas serangan teror Manchester. Pejabat AS diketahui telah membocorkan rincian rahasia ke media AS sebelum dikonfirmasi oleh polisi Inggris.
Rudd mengatakan merasa terganggu dengan kebocoran tersebut. "Polisi Inggris telah sangat jelas bahwa mereka ingin mengendalikan arus informasi untuk melindungi integritas operasional, unsur kejutan, jadi ini menjengkelkan jika dilepaskan dari sumber lain dan saya sangat jelas dengan teman-teman kita itu seharusnya tidak terjadi lagi," kata Rudd.
Perminataan maaf tersebut disampaikan Tillerson saat melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson di London. Dalam pertemuan tersebut, Tillerson juga mengatakan seluruh warga AS turut sedih, dan terluka atas serangan yang menewaskan 22 orang itu.
"Kami bertanggung jawab penuh untuk itu dan kami sangat menyesal bahwa itu terjadi. Sehubungan dengan pelepasan informasi secara tidak tepat, tentu kita mengutuk itu," kata Tillerson dalam sebuah pernyataan.
Tillerson, seperi dilansir Reuters pada Jumat (26/5), menambahkan pihaknya mengharapkan hubungan keamanan yang erat antara Washington dan London untuk menahan kebocoran tersebut.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Inggris, Amber Rudd mengecam pejabat AS karena mempertaruhkan integritas operasional penyelidikan yang sedang berlangsung atas serangan teror Manchester. Pejabat AS diketahui telah membocorkan rincian rahasia ke media AS sebelum dikonfirmasi oleh polisi Inggris.
Rudd mengatakan merasa terganggu dengan kebocoran tersebut. "Polisi Inggris telah sangat jelas bahwa mereka ingin mengendalikan arus informasi untuk melindungi integritas operasional, unsur kejutan, jadi ini menjengkelkan jika dilepaskan dari sumber lain dan saya sangat jelas dengan teman-teman kita itu seharusnya tidak terjadi lagi," kata Rudd.
(esn)