Filipina: China Tak Pernah Ancam Kami
Senin, 22 Mei 2017 - 18:38 WIB
Filipina: China Tak Pernah Ancam Kami
A
A
A
MANILA - Menteri Luar Negeri Filipina Alan Peter Cayetano angkat bicara mengenai pertemuan antara Presiden Filipina Rodrigo Duterte dan Presiden China XI Jinping yang berlangsung pekan lalu. Alan menyatakan, dalam pertemuan itu Jinping tidak melemparkan ancaman kepada Duterte.
Alan mengatakan, pembicaraan diantara keduanya berlangsung dengan sangat terbuka, dan bersahabat. Dia menyebut tidak ada ancaman ataupun intimidasi yang disampaikan Jinping ataupun Duterte dalam pertemuan tersebut.
"Percakapannya sangat jujur. Ada rasa saling menghormati, ada rasa saling percaya. Konteksnya tidak saling mengancam, bahwa kita akan berperang. Konteksnya adalah bagaimana kita menstabilkan kawasan dan bagaimana kita mencegah konflik," ucap Alan, seperti dilansir Reuters pada Senin (22/5).
Pernyataan Alan sendiri merupakan bantahan apa pernyataan yang disampaikan oleh Duterte beberap waktu lalu. Dimana, sebelumnya Duterte menuturkan, China mengancam perang melawan Filipina jika Manila menuntut klaim pulau-pulau sengketa di Laut China Selatan dan melakukan pengeboran minyak di kawasan tersebut.
Komentar Duterte itu disampaikan dalam pidato di acara “National Convention of the Philippine Coast Guard Auxiliary” di Davao, Jumat lalu.
Duterte menyatakan, dia bersekeras kawasan Laut China Selatan adalah milik Filipina, dan mengatakan akan melakukan pengeboran minyak di wilayah itu. Namun, kata Duterte, Jingpin justru mengancam akan perang habis-habisan jika pengeboran minyak nekat dilakukan pihak Manila.
Alan mengatakan, pembicaraan diantara keduanya berlangsung dengan sangat terbuka, dan bersahabat. Dia menyebut tidak ada ancaman ataupun intimidasi yang disampaikan Jinping ataupun Duterte dalam pertemuan tersebut.
"Percakapannya sangat jujur. Ada rasa saling menghormati, ada rasa saling percaya. Konteksnya tidak saling mengancam, bahwa kita akan berperang. Konteksnya adalah bagaimana kita menstabilkan kawasan dan bagaimana kita mencegah konflik," ucap Alan, seperti dilansir Reuters pada Senin (22/5).
Pernyataan Alan sendiri merupakan bantahan apa pernyataan yang disampaikan oleh Duterte beberap waktu lalu. Dimana, sebelumnya Duterte menuturkan, China mengancam perang melawan Filipina jika Manila menuntut klaim pulau-pulau sengketa di Laut China Selatan dan melakukan pengeboran minyak di kawasan tersebut.
Komentar Duterte itu disampaikan dalam pidato di acara “National Convention of the Philippine Coast Guard Auxiliary” di Davao, Jumat lalu.
Duterte menyatakan, dia bersekeras kawasan Laut China Selatan adalah milik Filipina, dan mengatakan akan melakukan pengeboran minyak di wilayah itu. Namun, kata Duterte, Jingpin justru mengancam akan perang habis-habisan jika pengeboran minyak nekat dilakukan pihak Manila.
(esn)