Program Pelacur Mandiri di Amsterdam, PSK Dapat Kredit Bank

Rabu, 17 Mei 2017 - 01:57 WIB
Program Pelacur Mandiri...
Program Pelacur Mandiri di Amsterdam, PSK Dapat Kredit Bank
A A A
AMSTERDAM - Sebuah rumah bordil yang dijalankan sendiri oleh para pekerja seks komersial (PSK) dibuka Wali Kota Amsterdam Eberhard van der Laan. Uniknya, rumah pelacuran ini dibuat agar PSK bekerja mandiri atau tanpa setor ke mucikari dan mereka mendapat kredit dari bank untuk usahanya.

“Program pelacur mandiri” ini bagian dari rencana lama yang digagas para PSK dan pejabat kota Amsterdam. Tujuannya, untuk memperbaiki kondisi pekerja seks dan menyingkirkan industri seks di Belanda dari kejahatan terorganisir.

Lantaran melibatkan wali kota untuk menyelesaikan proyek rumah bordil ini, pemerintah Belanda telah menyebutnya sebagai ”rumah pelacuran kota”.

Ada empat bangunan rumah bordil dengan jumlah PSK sekitar 40 orang.

Organisasi pekerja seks pertama Belanda bernama My Red Light menggambarkan program itu sebagai “mimpi yang menjadi kenyataan”. Sebab, program itu menjadi bisnis seks di Red Light District Amsterdam pertama yang dijalankan oleh PSK tanpa campur tangan mucikari.

“Ruang rumah bordil baru telah didekorasi oleh perancang interior untuk menciptakan suasana yang akrab dengan kamar mewah yang tersedia, serta kamar yang dapat diakses untuk para pelanggan cacat,” kata organisasi itu dalam situsnya.

“Keuntungan yang dibuat pada saat pendirian akan diinvestasikan dalam inisiatif untuk memperbaiki kondisi para pekerja seks,” lanjut organisasi itu.

Rumah bordil dengan empat gedung ini dibeli pemerintah Kota Amsterdam pada tahun 2007 dari pemilik ”brengseng” terkenal Charles Geerts, yang juga dikenal sebagai Raja Tembok. Bangunan tersebut sekarang disewakan ke organisasi My Red Light.

Bank Belanda, Rabobank, telah memberikan pinjaman atau kredit awal kepada My Red Light, dan institusi perawatan kesehatan HVO-Querido. Kredit bank ini untuk mendukung para PSK untuk mendapat panduan mengelola bisnis.

“Kami sedang memikirkan kursus pijat, tapi juga dalam aspek akuntansi dan fiskal pekerjaan,” kata anggota dewan pengawas My Red Light, Marieke de Ridder.

”Kami sangat gembira dengan eksperimen ini,” ujarnya. ”Karena, jika berhasil, kita memiliki model prostitusi baru. Kami juga sangat ingin melihat bagaimana penghuni lingkungan dan tuan tanah jendela akan bereaksi dalam jangka panjang. Apakah mereka akan memeluknya atau menolaknya?,” imbuh de Ridder, seperti dikutip Guardian, Rabu (17/5/2017).
(mas)
Berita Terkait
Ratu Belanda Maxima...
Ratu Belanda Maxima Kunjungi Indonesia, Ini Rangkaian Agendanya
Belanda Kembalikan 478...
Belanda Kembalikan 478 Harta Karun yang Pernah Dijarah saat Penjajahan ke Indonesia
Polandia Vs Belanda:...
Polandia Vs Belanda: The Oranye Menang 2-1!
Belanda Memiliki 300.000...
Belanda Memiliki 300.000 Harta Karun yang Dijarah dari Negeri Jajahan
5 Negara Bekas Jajahan...
5 Negara Bekas Jajahan Belanda, Nomor 2 Banyak yang Fasih Bahasa Jawa
Kisah Idjon Djanbi,...
Kisah Idjon Djanbi, Bule yang Jadi Komandan Pertama Kopassus
Berita Terkini
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
30 menit yang lalu
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
1 jam yang lalu
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
2 jam yang lalu
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
3 jam yang lalu
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
4 jam yang lalu
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
5 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved