Trump: Rusia Pasti Kecewa dengan Uji Rudal Korut
Minggu, 14 Mei 2017 - 14:35 WIB
Trump: Rusia Pasti Kecewa dengan Uji Rudal Korut
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut Rusia pasti sangat kecewa dan marah dengan uji coba rudal terbaru yang dilakukan oleh Korea Utara (Korut). Uji coba itu dilakukan Korut semalam.
Gedung Putih menuturkan, Trump membayangkan Rusia tidak akan senang dengan uji coba tersebut. Salah satu alasannya, menurut Gedung Putih adalah rudal tersebut jatuh tidak jauh dari wilayah Rusia.
"Dengan rudal yang berdampak sangat dekat dengan tanah Rusia, sebenarnya, lebih dekat ke Rusia daripada ke Jepang, Presiden Trump tidak dapat membayangkan Rusia senang dengan uji coba itu," kata Gedung Putih dalam pernyataannya.
"Peluncuran tersebut merupakan seruan bagi semua negara untuk menerapkan sanksi yang lebih kuat terhadap Korut," sambungnya, seperti dilansir Jpost pada Minggu (14/5).
Korut menembakkan sebuah rudal yang tidak dikenal dari sebuah wilayah di dekat pantai barat. Peluncuran itu dilakukan di sebuah wilayah bernama Kusong yang terletak di sebelah barat laut ibukota, Pyongyang. Uji tembak rudal tersebut Korut tersebut tampaknya sukses, karena rudal tersebut terbang sejauh 450 mil atau lebih dari 600 Km ke laut antara Semenanjung Korea dan Jepang.
Tidak lama setelah uji coba itu, tiga negara yakni AS, Korea Selatan (Korsel), dan Jepang dilaporkan langsung melakukan pembicaraan. Mereka membahas mengenai langkah-langkah apa yang akan diambil sebagai respon atas uji coba rudal itu.
Gedung Putih menuturkan, Trump membayangkan Rusia tidak akan senang dengan uji coba tersebut. Salah satu alasannya, menurut Gedung Putih adalah rudal tersebut jatuh tidak jauh dari wilayah Rusia.
"Dengan rudal yang berdampak sangat dekat dengan tanah Rusia, sebenarnya, lebih dekat ke Rusia daripada ke Jepang, Presiden Trump tidak dapat membayangkan Rusia senang dengan uji coba itu," kata Gedung Putih dalam pernyataannya.
"Peluncuran tersebut merupakan seruan bagi semua negara untuk menerapkan sanksi yang lebih kuat terhadap Korut," sambungnya, seperti dilansir Jpost pada Minggu (14/5).
Korut menembakkan sebuah rudal yang tidak dikenal dari sebuah wilayah di dekat pantai barat. Peluncuran itu dilakukan di sebuah wilayah bernama Kusong yang terletak di sebelah barat laut ibukota, Pyongyang. Uji tembak rudal tersebut Korut tersebut tampaknya sukses, karena rudal tersebut terbang sejauh 450 mil atau lebih dari 600 Km ke laut antara Semenanjung Korea dan Jepang.
Tidak lama setelah uji coba itu, tiga negara yakni AS, Korea Selatan (Korsel), dan Jepang dilaporkan langsung melakukan pembicaraan. Mereka membahas mengenai langkah-langkah apa yang akan diambil sebagai respon atas uji coba rudal itu.
(esn)