Temui Menlu China, Menlu Retno Bahas Masalah Korut

Minggu, 14 Mei 2017 - 11:51 WIB
Temui Menlu China, Menlu...
Temui Menlu China, Menlu Retno Bahas Masalah Korut
A A A
BEIJING - Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dilaporkan telah melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi. Pertemuan itu berlangsung di Diayoutai State Guest House, Beijing, sebelum pelaksanaan pertemuan Belt and Road Forum (BRF)
Dalam pertemuan itu, kedua Menlu membahas sejumlah isu, termasuk di dalamnya perkembangan situasi kawasan termasuk di Semenanjug Korea. Retno menyampaikan pentingnya semua pihak mengambil langkah untuk menahan diri dan mengurangi ketegangan.
Dalam kaitan ini, kedua Menlu menyuarakan agar Korea Utara (Korut) menghormati resolusi PBB, dan mendorong semua pihak untuk mengedepankan dialog dan negosiasi dalam menyelesaikan masalah di Semenanjung Korea.
“Adanya keinginan dari pimpinan baru Korea Selatan (Korsel) untuk lebih mengedepankan dialog merupakan sinyal positif untuk mengurangi ketegangan di Semenanjung Korea,” tutur Retno, seperti tertuang dalam siaran pers Kementerian Luar Negeri Indonesia pada Minggu (14/5).
Di kesempatang yang sama keduanya juga membahas mengenai situasi di Laut China Selatan, dimana kedua Menlu menyambut baik perkembangan perundingan framework Code of Conduct (CoC).
Kedua Menlu menyakini perundingan framework CoC dapat selesai pertengahan 2017, sesuai dengan komitmen Tiongkok tahun lalu dan mandat dari Pemimpin ASEAN. Menlu RI menyampaikan pentingnya China dan ASEAN mulai mengambil langkah untuk mempercepat proses perundingan pasca disepakatinya framework CoC.
“Selesainya framework CoC menunjukan bahwa ASEAN dan China memiliki political will untuk menguragi tensi dan ketegangan di Laut China Selatan,” ungkap Retno.

Dalam pembahasan mengenai kerja sama bilateral, kedua Menlu berhasil memfinalisasi rencana aksi mengenai implementasi kemitraan strategis komprehensif Indonesia-China. Rencana aksi tersebut memuat berbagai langkah dan program yang akan dilakukan di bidang kerja sama politik, hukum, dan keamanan; kerja sama maritim; kerja sama perdagangan, investasi dan pariwisata, serta kerja sama people-to-people contact.
“Rencana aksi akan semakin meningkatkan kerja sama konkrit antara kedua negara, seperti dalam mengatasi dan memerangi perdagangan obat terlarang, terorisme, perdagangan orang, IUU fishing dan kerja sama hukum,” tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
52 menit yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
1 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
2 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
3 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
4 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
5 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved