Paris Bersiap untuk Pelantikan Emmanuel Macron

Minggu, 14 Mei 2017 - 00:57 WIB
Paris Bersiap untuk...
Paris Bersiap untuk Pelantikan Emmanuel Macron
A A A
PARIS - Prancis tengah bersiap untuk menyambut presiden baru mereka Emmanuel Macron. Macron secara resmi akan mengambil alih kekuasaan menggantikan presiden Sosialis, Francois Hollande, dalam sebuah upacara pelantikan di Istana Elysee.

Macron (39) adalah seorang pro Eropa sentris. Ia akan menjadi presiden termuda dalam sejarah Prancis. Sejatinya ia akan ditemani oleh sang istri, Brigitte. Namun karena tidak ada Ibu Negara yang digantikan, protokol akan mewajibakannya untuk memasuki istana terlebih dahulu bersama dengan tamu lainnya seperti dikutip dari Telegraph, Minggu (14/5/2017).

Setelah pelantikan, Hollande dan Macron akan melakukan pertemuan sekitar setengah jam untuk membahas urusan negara secara pribadi. Hollande akan menyerahkan kode untuk senjata nuklir Prancis. Ia juga akan menunjukkan kepada Macron seluk beluk istana Elysee, walaupun sebenarnya ia sudah terbiasa dengan tata letak istana saat ia menjadi penasihat Hollande dan kemudian menjadi menteri ekonominya. Hollande kemungkinan akan membawanya ke ruang Jupiter yang terkenal. Sebuah bungker di bawah istana, tempat pusat komando nuklir berada.

Macron akan menemani presiden Hollande hingga keluar ke tangga istana. Ia akan berada di sana sambil menunggu Hollande beranjak pergi dan pada saat itu bisa ditemani oleh istrinya.

Setelah mengucapkan selamat tinggal pada Hollande, Macron akan meninjau kembali Garda Republik dan diiringi 21 tembakan. Ia kemudian akan bergerak ke dari Champs-Elysées ke Arc de Triomphe, di mana dia secara simbolis akan menghidupkan kembali api di Makam Prajurit Tidak Dikenal.

Macron kemudian akan diterima oleh Wali Kota Paris,Anne Hidalgo, di alun-alun di depan Palais de Ville, aula kota, tempat dia bisa berbaur dengan anggota masyarakat.

Setelah serangkaian serangan teroris, keamanan akan sangat ketat. Bagian dari Paris akan ditutup untuk lalu lintas. Ribuan tentara bersenjata dan polisi akan dikerahkan dan akan ada pengawasan dari helikopter.

Perancis tetap berada di bawah keadaan darurat yang diberlakukan setelah serangan di Paris pada bulan November 2015. Peringatan tersebut meningkat setelah seorang polisi terbunuh di Champs-Elysées bulan lalu beberapa hari sebelum putaran pertama pemungutan suara dalam pemilihan presiden.
(ian)
Berita Terkait
Lyon Jadi Pelabuhan...
Lyon Jadi Pelabuhan Baru Jerome Boateng
8 Bukti Prancis Kehilangan...
8 Bukti Prancis Kehilangan Pengaruh Neokolonialisme di Afrika
Prancis Imbau Warganya...
Prancis Imbau Warganya Segera Tinggalkan Pakistan
Pelaku Penyanderaan...
Pelaku Penyanderaan di Bank Prancis Masuk dalam Daftar Pemantauan
Gerakan Boikot Produk...
Gerakan Boikot Produk Prancis Raih Momentum di Bangladesh
5 Alasan PM Prancis...
5 Alasan PM Prancis Sebastien Lecornu Mundur, dari Defisit Anggaran hingga Rasio Utang Capai 113 Persen
Berita Terkini
Trump: Pasukan AS Segera...
Trump: Pasukan AS Segera Serang Lokasi Gunung Pickaxe Iran dengan Sangat Hebat
31 menit yang lalu
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
2 jam yang lalu
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
3 jam yang lalu
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
5 jam yang lalu
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
8 jam yang lalu
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
9 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved