Situs Kampanye Trump Hapus Semua Tulisan 'Larangan Muslim'

Selasa, 09 Mei 2017 - 07:56 WIB
Situs Kampanye Trump...
Situs Kampanye Trump Hapus Semua Tulisan 'Larangan Muslim'
A A A
NEW YORK - Situs kampanye Donald Trump yang digunakan semasa kampanye pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) telah menghapus semua tulisan “larangan Muslim”. Tulisan itu direvisi menjadi “larangan perjalanan” sesuai keputusan pengadilan.

Kini, tulisan ”larangan Muslim” tidak akan muncul lagi di laman kampanye Trump yang aktif digunakan saat dia jadi kandidat presiden AS.

Administrasi Gedung Putih saat ini mencoba untuk mempertahankan seruan “larangan perjalanan”. Seruan ini dianggap berbeda dengan seruan “larangan Muslim” yang dianggap inkonstitusional karena terkesan menargetkan satu agama, yakni Islam.

Pemerintah Presiden Donald Trump dalam kebijakan imigrasi yang ketat telah melarang pengungsi dan imigran asal tujuh negara berpenduduk mayoritas Muslim di Timur Tengah dan Afrika untuk masuk AS. Tujuan larangan itu diklaim untuk mencegah terorisme di AS.

Setelah menjadi kontroversi selama berhari-hari, larangan yang dikeluarkan melalui surat perintah eksekutif tersebut dihentikan oleh hakim pengadilan federal.

Dalam sebuah konferensi pers pada hari Senin (8/5/2017), wartawan ABC, Cecilia Vega, bertanya kepada juru bicara Gedung Putih Sean Spicer; ”Mengapa situs pertanyaan tersebut secara eksplisit menyerukan ‘mencegah imigran Muslim’ dan dikatakan 'Donald J Trump menyerukan total dan lengkap menutup akses umat Islam yang memasuki Amerika Serikat’?.”

Spicer tampaknya tidak sadar bahwa tulisan “larangan Muslim” masih ada di situs kampanye Trump. Spicer berpendapat bahwa pemerintah hanya berbicara tentang larangan tersebut sebagai ”larangan perjalanan” dalam kepentingan keamanan nasional AS.

Vega kemudian menuliskan tweet beberapa menit kemudian bahwa tulisan “larangan Muslim” telah dihapus di situs kampanye Trump.

“Beberapa menit setelah kami bertanya kepada WH (Gedung Putih), mengapa situs kampanye Presiden masih menyerukan larangan Muslim, nampaknya pernyataan tersebut telah dihapus,” tulis Vega melalui akun Twitter @CeciliaVega, yang dikutip Selasa (9/5/2017).
(mas)
Berita Terkait
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Amerika Serikat Akan...
Amerika Serikat Akan Kembali Menjadi Mercusuar Dunia
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Buku Jadi Senjata Politik AS
Berita Terkini
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
17 menit yang lalu
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
2 jam yang lalu
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
2 jam yang lalu
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
4 jam yang lalu
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
7 jam yang lalu
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
7 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved