Dipaksa Dekat Penumpang Gendut, Pria Ini Gugat American Airlines Rp988 Juta

Sabtu, 06 Mei 2017 - 07:15 WIB
Dipaksa Dekat Penumpang...
Dipaksa Dekat Penumpang Gendut, Pria Ini Gugat American Airlines Rp988 Juta
A A A
SYDNEY - Seorang pria Australia menguggat maskapai American Airlines sebesar AUS100.000 atau sekitar Rp988 juta setelah setelah dipaksa duduk di samping penumpang yang ”sangat gemuk” dalam penerbangan jarak jauh. Pria itu mengaku tersiksa selama penerbangan 14 jam.

Michael Anthony Taylor asal Wollongong, New South Wales, dipaksa duduk satu baris dengan dua penumpang yang sangat gemuk dalam penerbangan dari Sydney ke Los Angeles pada bulan Desember 2015. Demikian bunyi dokumen gugatan yang diajukan di pengadilan.

Tubuh penumpang gendut di sebelahnya telah “menyerobot” tempat duduknya. ”Istrinya bersandar padanya, karena ada cukup ruang untuknya, sehingga dia bertindak seperti ini pada saya, dan ketika dia menundukkan kepala saya, saya berkata, 'Tidak, cukup bahwa Anda berada di tempat duduk saya. Saya juga ingin tidur!’,” katanya kepada 7News.

Taylor mengklaim bahwa dia dipaksa untuk menundukkan tubuhnya dalam serangkaian posisi, termasuk saat berdiri, berjongkok, berlutut, dan mencondongkan tubuh ke depan.

Taylor yang duduk di dekat jendela pesawat mengaku kesakitan. Dia mengalami luka-luka dan merasa tidak nyaman selama penerbangan 14 jam.

Pengacara Taylor, Thomas Jansen, mengatakan bahwa kliennya berulang kali meminta pindah kursi. Tapi, tidak diizinkan.

“Taylor bertanya kepada awak kabin beberapa kali jika dia ingin duduk di kursi penumpang lain, atau duduk di salah satu kursi kru, atau duduk di lorong atau bahkan duduk di toilet untuk mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan yang dideritanya. Setiap satu kesempatan, dia ditolak dan ditolak,” kata Jansen, seperti dikutip dari news.com.au, Sabtu (6/5/2017).

Gugatan tersebut bertepatan dengan American Airlines yang mengumumkan awal pekan ini bahwa pesawat jet Boeing 737 Max barunya akan memotong ruang kaki di kelas ekonomi untuk memberi jalan bagi penempatan kursi lebih banyak. Pihak maskapai belum berkomentar atas gugatan yang diajukan Taylor.
(mas)
Berita Terkait
Militer Indonesia, Australia,...
Militer Indonesia, Australia, dan Amerika Serikat Latihan Bersama
Australia Akan Beli...
Australia Akan Beli 5 Kapal Selam Nuklir Amerika Serikat
Panglima TNI Terima...
Panglima TNI Terima Kunjungan Penjabat Menhan AS Christopher Miller
Ini Perbedaan Vaksin...
Ini Perbedaan Vaksin Booster di Amerika Serikat, Inggris, dan Australia
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Ungguli Australia 2-0 di Babak Pertama
Timnas Sepak Bola Putri...
Timnas Sepak Bola Putri Amerika Serikat Raih Medali Perunggu
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
2 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
3 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
4 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
5 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
6 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
6 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved