China Desak Semua Pihak di Semenanjung Korea Setop Aksi Provokasi
Rabu, 03 Mei 2017 - 16:54 WIB
China Desak Semua Pihak di Semenanjung Korea Setop Aksi Provokasi
A
A
A
BEIJING - China meminta semua pihak yang terlibat dalam kebuntuan di Semenanjung Korea untuk tetap tenang dan "berhenti membuat jengkel satu sama lain." Pernyataan itu dikeluarkan setelah Korea Utara (Korut) mengatakan Amerika Serikat (AS) mendorong wilayah tersebut ke ambang perang nuklir.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, meminta penjelasan tentang penerbangan pesawat pengebom AS, latihan dan tanggapan atas Korut, menekankan bahwa situasinya "sangat kompleks" dan sensitif.
Baca juga:
Di Tengah Ketegangan, AS Kirim Pesawat Pembom ke Semenanjung Korea
"Tugas yang mendesak adalah menurunkan suhu dan melanjutkan pembicaraan," katanya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (3/5/2017).
"Kami sekali lagi mendesak semua pihak terkait untuk tetap tenang dan menahan diri, berhenti menjengkelkan satu sama lain, bekerja keras untuk menciptakan suasana untuk kontak dan dialog antara semua pihak, dan kembali ke jalur dialog dan negosiasi yang benar sesegera mungkin," tuturnya.
Penerbangan kedua pembom tersebut datang saat Presiden AS Donald Trump mengatakan akan merasa terhormat untuk bertemu dengan pemimpin Korut Kim Jong-un dalam situasi yang tepat. Insiden itu juga bertepatan dengan mendaratnya Direktur CIA di Korea Selatan (Korsel) untuk melakukan pembicaraan.
Baca juga:
Trump: Saya Siap Bertemu Dengan Kim Jong-un
Ketegangan di Semenanjung Korea telah meningkat selama berminggu-minggu. Ketegangan ini didorong oleh kekhawatiran bahwa Korut dapat melakukan uji coba nuklir keenam untuk menentang resolusi Dewan Keamanan PBB.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, meminta penjelasan tentang penerbangan pesawat pengebom AS, latihan dan tanggapan atas Korut, menekankan bahwa situasinya "sangat kompleks" dan sensitif.
Baca juga:
Di Tengah Ketegangan, AS Kirim Pesawat Pembom ke Semenanjung Korea
"Tugas yang mendesak adalah menurunkan suhu dan melanjutkan pembicaraan," katanya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (3/5/2017).
"Kami sekali lagi mendesak semua pihak terkait untuk tetap tenang dan menahan diri, berhenti menjengkelkan satu sama lain, bekerja keras untuk menciptakan suasana untuk kontak dan dialog antara semua pihak, dan kembali ke jalur dialog dan negosiasi yang benar sesegera mungkin," tuturnya.
Penerbangan kedua pembom tersebut datang saat Presiden AS Donald Trump mengatakan akan merasa terhormat untuk bertemu dengan pemimpin Korut Kim Jong-un dalam situasi yang tepat. Insiden itu juga bertepatan dengan mendaratnya Direktur CIA di Korea Selatan (Korsel) untuk melakukan pembicaraan.
Baca juga:
Trump: Saya Siap Bertemu Dengan Kim Jong-un
Ketegangan di Semenanjung Korea telah meningkat selama berminggu-minggu. Ketegangan ini didorong oleh kekhawatiran bahwa Korut dapat melakukan uji coba nuklir keenam untuk menentang resolusi Dewan Keamanan PBB.
(ian)