Undang Abbas ke Gedung Putih, Trump Ingin Jadi Juru Damai

Rabu, 03 Mei 2017 - 16:30 WIB
Undang Abbas ke Gedung...
Undang Abbas ke Gedung Putih, Trump Ingin Jadi Juru Damai
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump akan berperan sebagai juru damai di Gedung Putih saat bertemu dengan pemimpin Palestina Mahmoud Abbas. Hal itu sebagai bagian dari upaya untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung lama.

Setelah menjadi tuan rumah untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada bulan Februari, Trump akan menjadi tuan rumah bagi Abbas untuk pertama kalinya sejak menjabat sebagai Presiden AS.

"Tujuan utama Presiden adalah untuk membangun perdamaian di kawasan Timur Tengah," kata sekretaris pers Gedung Putih Sean Spicer seperti dikutip dari Arab News, Rabu (3/5/2017).

Upaya jangka panjang, yang telah jajaki oleh Presiden AS sejak tahun 1970, menjadi batu sandungan di awal pemerintahan Trump. Trump menolak dukungan AS untuk sebuah negara Palestina dan berjanji memindahkan kedutaan negara adidaya itu ke Yerusalem. Hal ini melanggar dua prinsip kebijakan AS yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

Wakil Presiden Mike Pence pada hari Selasa mengatakan bahwa Trump masih memberikan pertimbangan serius untuk memindahkan kedutaan besar Amerika di Tel Aviv ke Yerusalem.

Langkah itu kemungkinan akan memicu kemarahan orang-orang Palestina dan secara pribadi dilihat oleh banyak orang di Israel dan perusahaan keamanan AS sebagai permasalahan yang tidak perlu.

Pada saat yang sama, Trump telah mendesak Israel untuk menahan pembangunan permukiman di Tepi Barat, yang telah menjadi perhatian sejak lama oleh orang-orang Palestina dan sebagian besar dunia.

Pence mengatakan bahwa Trump secara pribadi berkomitmen untuk menyelesaikan konflik Israel dan Palestina dan kemajuan berharga sedang dibuat.

"Momentum sedang dibangun dan niat baik tengah berkembang," katanya pada sebuah acara hari kemerdekaan Israel di Gedung Putih.

Sementara Abbas melakukan perjalanan ke Washington yang secara politis dianggap tidak populer di dalam neger. Jajak pendapat terakhir menunjukkan jika sebagian besar warga Palestina menginginkan pria berusia 82 tahun itu untuk mengundurkan diri.

Meski begitu, ia berharap Trump dapat menekan Israel menjadi konsesi yang seharusnya diperlukan untuk menyelamatkan solusi dua negara untuk salah satu konflik terpanjang di dunia.
(ian)
Berita Terkait
5 Alasan Donald Trump...
5 Alasan Donald Trump Tak Akan Pernah Membela Palestina
3 Kebijakan Kontroversial...
3 Kebijakan Kontroversial Donald Trump yang Dianggap Anti-Palestina
Trump PeDe Bisa Damaikan...
Trump PeDe Bisa Damaikan Palestina-Israel
Setelah Hamas Sepakat...
Setelah Hamas Sepakat Proposal Trump, Israel Setujui Rencana Perdamaian Gaza
Hamas dan Fatah Bersatu...
Hamas dan Fatah Bersatu Hadapi Usulan Pencaplokan Gaza oleh Donald Trump
Netanyahu: Palestina...
Netanyahu: Palestina akan Kembali Berunding Jika Trump Terpilih Lagi
Berita Terkini
350 Pegawai Pemerintah...
350 Pegawai Pemerintah Iran Tewas akibat Serangan AS dan Israel
1 jam yang lalu
Israel Akui Pesawat...
Israel Akui Pesawat Pembom AS Gunakan Pangkalan Udaranya untuk Serang Iran
2 jam yang lalu
600 Eks Pejabat Israel...
600 Eks Pejabat Israel Desak Trump Tekan Netanyahu
3 jam yang lalu
Ukraina Ledakkan Kapal...
Ukraina Ledakkan Kapal Dagang Iran di Laut Kaspia, Rusia Peringatkan Ancaman Kyiv
4 jam yang lalu
Delegasi Hamas ke Mesir...
Delegasi Hamas ke Mesir untuk Pembicaraan Fase Selanjutnya Gencatan Senjata Gaza
5 jam yang lalu
Israel Perluas Zona...
Israel Perluas Zona Kuning, Paksa Ribuan Warga Gaza Mengungsi Lagi
5 jam yang lalu
Infografis
Profil Febri Diansyah,...
Profil Febri Diansyah, Mantan Jubir KPK Jadi Pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved