Menteri AS: Serangan Rudal AS ke Suriah 'Hiburan' Usai Makan Malam
Selasa, 02 Mei 2017 - 19:24 WIB
Menteri AS: Serangan Rudal AS ke Suriah 'Hiburan' Usai Makan Malam
A
A
A
WASHINGTON - Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS), Wilbur Ross menyatakan, serangan rudal Tomahawk yang dilakukan AS ke Suriah hanyalah sebuah hiburan pasca makan malam. Serangan rudal itu menghancurkan sejumlah basis militer Suriah.
Ross menyampaikan komentar kontroversial tersebut saat berbicara di Milken Institute Global Conference. Dia juga menyebut keputusan tersebut tidak sedikitpun merugikan Presiden AS, Donald Trump.
"Saat makanan penutup yang disajikan, Presiden Trump menjelaskan kepada Presiden China Xi Jinping, kalau dia memiliki sesuatu yang ingin disampaikan, yakni peluncuran rudal ke Suriah. Itu sebagai pengganti hiburan setelah makan malam," kata Ross, seperti dilansir Russia Today pada Selasa (2/5).
Sementara perkiraan biaya serangan tersebut berkisar USD 60 juta sampai USD 100 juta, tergantung pada modifikasi rudal Tomahawk yang digunakan, Ross menyatakan "hiburan" itu tidak sedikitpun merugikan Trump.
Komentar tersebut muncul tepat saat Trump menggambarkan keputusannya untuk menyerang Suriah sebagai pilihan sulit. Trump mengatakan, keputusannya dapat menewaskan orang-orang yang tidak bersalah. Pernyataan Trump disampaikan saat wawancara dengan pembawa acara CBS, John Dickerson.
"Tapi yang terpenting, Anda tahu, keputusannya. Seperti, ketika saya membuat keputusan untuk menyerang Suriah, dengan rudal Tomahawk. Teknologi yang luar biasa. Kami memiliki talenta yang luar biasa. Tapi, itu keputusan yang sulit. Tidak seperti keputusan membeli sebuah bangunan," ucap Trump.
"Ini sulit karena ini menyangkut kehidupan manusia. Anda membunuh orang, dan Anda juga bisa membunuh orang yang salah," tambahnya.
Ross menyampaikan komentar kontroversial tersebut saat berbicara di Milken Institute Global Conference. Dia juga menyebut keputusan tersebut tidak sedikitpun merugikan Presiden AS, Donald Trump.
"Saat makanan penutup yang disajikan, Presiden Trump menjelaskan kepada Presiden China Xi Jinping, kalau dia memiliki sesuatu yang ingin disampaikan, yakni peluncuran rudal ke Suriah. Itu sebagai pengganti hiburan setelah makan malam," kata Ross, seperti dilansir Russia Today pada Selasa (2/5).
Sementara perkiraan biaya serangan tersebut berkisar USD 60 juta sampai USD 100 juta, tergantung pada modifikasi rudal Tomahawk yang digunakan, Ross menyatakan "hiburan" itu tidak sedikitpun merugikan Trump.
Komentar tersebut muncul tepat saat Trump menggambarkan keputusannya untuk menyerang Suriah sebagai pilihan sulit. Trump mengatakan, keputusannya dapat menewaskan orang-orang yang tidak bersalah. Pernyataan Trump disampaikan saat wawancara dengan pembawa acara CBS, John Dickerson.
"Tapi yang terpenting, Anda tahu, keputusannya. Seperti, ketika saya membuat keputusan untuk menyerang Suriah, dengan rudal Tomahawk. Teknologi yang luar biasa. Kami memiliki talenta yang luar biasa. Tapi, itu keputusan yang sulit. Tidak seperti keputusan membeli sebuah bangunan," ucap Trump.
"Ini sulit karena ini menyangkut kehidupan manusia. Anda membunuh orang, dan Anda juga bisa membunuh orang yang salah," tambahnya.
(esn)