Tentara AS Tewas dalam Ledakan di Dekat Mosul
Minggu, 30 April 2017 - 05:38 WIB
Tentara AS Tewas dalam Ledakan di Dekat Mosul
A
A
A
BAGHDAD - Seorang tentara Amerika Serikat (AS) meninggal karena luka-luka yang diderita dalam sebuah ledakan di luar Mosul hari Sabtu kemarin. Pasukan koalisi tengah mencoba untuk mengusir militan ISIS dari bekas markas mereka.
Pernyataan dari Operation Inherent Resolve mengatakan bahwa tentara AS meninggal karena luka-luka yang dideritanya dalam ledakan alat peledak di luar kota. Namun pernyataan itu tidak mengidentifikasi korban atau memberikan rincian tambahan mengenai kejadian tersebut seperti dikutip dari USA Today, Minggu (30/4/2017).
Operasi Inherent Resolve adalah operasi yang dipimpin AS yang bertujuan untuk mendorong ISIS atau ISIL, keluar dari Irak dan Suriah. Operasi di Mosul dimulai pada bulan Oktober, dengan pasukan pemerintah pindah ke distrik timur pada bulan November.
Dengan kekuatan ISIS yang dikelilingi sejumlah bangunan di distrik-distrik barat, kampanye tersebut telah berubah menjadi pertarungan yang kejam dan blok demi blok. Militan ISIS menggunakan alat peledak, bom mobil dan bangunan yang dipasang jebakan untuk memperlambat kemajuan kekuatan koalisi.
Koalisi tersebut melibatkan kekuatan lebih dari 30 negara.
Pernyataan dari Operation Inherent Resolve mengatakan bahwa tentara AS meninggal karena luka-luka yang dideritanya dalam ledakan alat peledak di luar kota. Namun pernyataan itu tidak mengidentifikasi korban atau memberikan rincian tambahan mengenai kejadian tersebut seperti dikutip dari USA Today, Minggu (30/4/2017).
Operasi Inherent Resolve adalah operasi yang dipimpin AS yang bertujuan untuk mendorong ISIS atau ISIL, keluar dari Irak dan Suriah. Operasi di Mosul dimulai pada bulan Oktober, dengan pasukan pemerintah pindah ke distrik timur pada bulan November.
Dengan kekuatan ISIS yang dikelilingi sejumlah bangunan di distrik-distrik barat, kampanye tersebut telah berubah menjadi pertarungan yang kejam dan blok demi blok. Militan ISIS menggunakan alat peledak, bom mobil dan bangunan yang dipasang jebakan untuk memperlambat kemajuan kekuatan koalisi.
Koalisi tersebut melibatkan kekuatan lebih dari 30 negara.
(ian)