Israel Rencanakan 15 Ribu Pemukiman Baru di Yerusalem

Sabtu, 29 April 2017 - 02:16 WIB
Israel Rencanakan 15...
Israel Rencanakan 15 Ribu Pemukiman Baru di Yerusalem
A A A
JERUSALEM - Israel bermaksud untuk membangun 15.000 rumah permukiman baru di Yerusalem Timur. Demikian pernyataan Kementerian Perumahan Israel, meski Presiden Amerika Serikat (AS) telah meminta untuk menahan pembangunan permukiman sebagai bagian dari kemungkinan baru untuk perdamaian Israel-Palestina.

Menteri Perumahan Israel Yoav Galant mengatakan kepada Radio Israel bahwa kementeriannya dan Kota Yerusalem telah mengerjakan rencana tersebut selama dua tahun, dengan proposal untuk 25.000 unit. Dari jumlah itu, 15.000 di antaranya akan berada di Yerusalem Timur, yang dikuasai Israel pada perang Timur Tengah 1967 dan kemudian dianeksasi

"Kami akan membangun 10.000 unit di Yerusalem dan sekitar 15.000 di dalam batas kota Yerusalem yang diperpanjang. Itu akan terjadi," katanya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (29/4/2017).

Pengumuman resmi rencana permukiman ini terjadi ditengah kunjungan Donald Trump ke Israel yang dijadwalkan pada bulan depan. Rencana ini langsung dikutuk oleh juru runding utama Palestina.

Saeb Erekat, juru runding utama Palestina, mengatakan bahwa langkah Israel adalah pelanggaran sistematis terhadap hukum internasional dan sabotase yang disengaja atas upaya untuk melanjutkan pembicaraan.

"Semua pemukiman di wilayah Palestina yang diduduki ilegal menurut hukum internasional," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Palestina akan terus menggunakan badan internasional untuk menahan Israel, kekuatan pendudukan, bertanggung jawab atas pelanggaran berat hukum internasional di seluruh wilayah Palestina yang diduduki," imbuhnya.

Warga Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibukota sebuah negara yang mereka harap bisa didirikan di Tepi Barat yang diduduki dan Jalur Gaza yang dikuasai Hamas.

Sebagian besar negara menganggap kegiatan pemukiman ilegal dan merupakan hambatan bagi perdamaian. Israel tidak setuju, dengan menyebut hubungan alkitabiah, historis dan politis terhadap wilayah tersebut, juga kepentingan keamanan.
(ian)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Berita Terkini
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
16 menit yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
1 jam yang lalu
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
1 jam yang lalu
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
2 jam yang lalu
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
10 jam yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved