Korut Ancam Membom Nuklir Australia jika Ikuti Jejak AS

Minggu, 23 April 2017 - 00:09 WIB
Korut Ancam Membom Nuklir...
Korut Ancam Membom Nuklir Australia jika Ikuti Jejak AS
A A A
PYONGYANG - Rezim Korea Utara (Korut) yang dipimpin Kim Jong-un mengancam menyerang Australia dengan bom nuklir jika Canberra mengikuti jejak Amerika Serikat (AS) dalam memusuhi Pyongyang. Ancaman serangan nuklir disampaikan pada Sabtu (22/4/2017).

Ancaman serangan dari rezim Kim Jong-un ini disampaikan Kementerian Luar Negeri yang dipublikasikan kantor berita negara Korut, KCNA. Kementerian Luar Negeri Korut mengecam Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop yang dianggap sudah mengeluarkan serangkaian pernyataan “sampah” terhadap Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK), nama resmi Korut.

”Jika Australia terus mengikuti langkah AS untuk mengisolasi, menahan DPRK dan tetap menjadi brigade kejut dari tuan rumah AS, ini akan menjadi tindakan bunuh diri untuk berada dalam jangkauan serangan nuklir pasukan strategis DPRK,” bunyi laporan KCNA mengutip Kementerian Luar Negeri rezim Kim Jong-un.

Ancaman mengerikan Pyongyang terhadap Canberra ini muncul saat Wakil Presiden AS Michael Richard "Mike" Pence berkunjung ke Australia. Seperti diketahui, Australia merupakan salah satu sekutu utama Washington.

”Menteri Luar Negeri Australia berpikir dua kali lebih baik tentang konsekuensi yang harus diakibatkan oleh lidahnya yang sembrono sebelum menyanjung AS,” lanjut laporan media pemerintah Pyongyang.

Pada awal pekan ini, Menlui Bishop mengatakan dalam program “AM AM” bahwa program senjata nuklir Korut merupakan ancaman serius terhadap Australia kecuali jika dihentikan oleh masyarakat internasional.

Pernyataan Bishop itu dianggap Pyongyang sebagai komentar “tak terampuni” karena merupakan pernyataan yang melawan perdamaian. Rezim Kim Jong-un tegaskan senjata nuklir mutlak dimiliki sebagai pertahanan diri.

”Pemerintah Australia saat ini membabi buta dan dengan giat mengikuti garis (kebijakan) AS,” sambung laporan KCNA yang menambahkan bahwa situasi di Semenanjung Korea semakin di ambang perang.

Sementara itu, Wapres Pence dalam kunjungannya ke Canberra melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Malcolm Turnbull. Pembicaraan itu mencakup ancaman ancaman program senjata nuklir dan rudal Korut.

Pence tidak akan mengesampingkan penggunaan kekuatan militer terhadap rezim Kim Jong-un. Namun, dia tetap fokus pada upaya diplomasi dengan menegaskan “semua opsi terhadap terhadap Pyongyang ada di atas meja”.

Menurutnya, sebagai tekanan terhadap “negara nakal” di bumi Korea itu, kapal induk bertenaga nuklir USS Carl Vinson akan tiba di Laut Jepang, Semenanjung Korea, dalam beberapa hari ini. “Kapal induk akan tiba dalam hitungan hari,” kata Pence.
(mas)
Berita Terkait
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korut Kecam Pakta AUKUS,...
Korut Kecam Pakta AUKUS, Sebut Bawa Dunia Lebih Dekat ke Perang Nuklir
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
Berita Terkini
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
49 menit yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
1 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
3 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
3 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
5 jam yang lalu
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
6 jam yang lalu
Infografis
Korut Gelar Latihan...
Korut Gelar Latihan Serangan Balik Nuklir Dipantau Kim Jong-un
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved