Menhan AS Sebut Peluncuran Rudal Korut Aksi Provokasi
Rabu, 19 April 2017 - 09:45 WIB
Menhan AS Sebut Peluncuran Rudal Korut Aksi Provokasi
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menuduh Korea Utara (Korut) mencoba untuk melakukan provokasi dengan melakukan uji coba rudal akhir pekan lalu. Menteri Pertahanan AS, James Mattis mengatakan, uji coba itu adalah langkah sembrono dan AS akan bekerja sama dengan China mengekang Korut.
Mattis mengatakan rudal yang diluncurkan pada Minggu lalu bukanlah rudal balistik antarbenua. Meski begitu, aksi uji coba itu adalah tindakan sembrono.
"Ini menunjukkan mengapa kami bekerja sangat erat sekarang dengan Cina agar bisa menjadikan hal ini di bawah kontrol dan bertujuan untuk denuklirisasi Semenanjung Korea," kata Mattis seperti dikutip dari BBC, Rabu (19/4/2017).
Korut diketahui menembakkan rudal pada akhir pekan lalu. Menurut Pentagon, rudal tersebut meledak sesaat setelah ditembakkan.
Tindakan ini pun menuai kecaman. Alih-alih meredakan situasi, Pyongyang malah menyatakan mungkin akan menguji rudal setiap minggu dan memperingatkan akan perang habis-habisan jika AS melakukan tindakan militer.
"Jika AS merencanakan serangan militer terhadap kami, kami akan bereaksi dengan serangan pre-emptive nuklir oleh gaya dan metode kami sendiri," kata Wakil Menteri Luar Negeri Korut Han Song-ryol.
Baik AS dan Korut telah terlibat perang retorika menyusul peluncuran rudal pada akhir pekan lalu.
Korut telah mempercepat uji coba nuklir dan rudal dalam beberapa tahun terakhir, meskipun menuai kecaman internasional dan sanksi PBB. Tujuannya adalah untuk dapat menempatkan hulu ledak nuklir pada rudal balistik antarbenua yang bisa mencapai target di seluruh dunia, termasuk AS.
Mattis mengatakan rudal yang diluncurkan pada Minggu lalu bukanlah rudal balistik antarbenua. Meski begitu, aksi uji coba itu adalah tindakan sembrono.
"Ini menunjukkan mengapa kami bekerja sangat erat sekarang dengan Cina agar bisa menjadikan hal ini di bawah kontrol dan bertujuan untuk denuklirisasi Semenanjung Korea," kata Mattis seperti dikutip dari BBC, Rabu (19/4/2017).
Korut diketahui menembakkan rudal pada akhir pekan lalu. Menurut Pentagon, rudal tersebut meledak sesaat setelah ditembakkan.
Tindakan ini pun menuai kecaman. Alih-alih meredakan situasi, Pyongyang malah menyatakan mungkin akan menguji rudal setiap minggu dan memperingatkan akan perang habis-habisan jika AS melakukan tindakan militer.
"Jika AS merencanakan serangan militer terhadap kami, kami akan bereaksi dengan serangan pre-emptive nuklir oleh gaya dan metode kami sendiri," kata Wakil Menteri Luar Negeri Korut Han Song-ryol.
Baik AS dan Korut telah terlibat perang retorika menyusul peluncuran rudal pada akhir pekan lalu.
Korut telah mempercepat uji coba nuklir dan rudal dalam beberapa tahun terakhir, meskipun menuai kecaman internasional dan sanksi PBB. Tujuannya adalah untuk dapat menempatkan hulu ledak nuklir pada rudal balistik antarbenua yang bisa mencapai target di seluruh dunia, termasuk AS.
(ian)