PM Turki Serukan Kelompok Oposisi Hormati Referendum

Selasa, 18 April 2017 - 17:06 WIB
PM Turki Serukan Kelompok...
PM Turki Serukan Kelompok Oposisi Hormati Referendum
A A A
ANKARA - Perdana Menteri (PM) Turki meminta kelompok oposisi untuk menghormati hasil referendum yang akan memperluas kekuasaan presiden. Seperti diketahui, rakyat Turki setuju untuk merubah sistem pemerintahannya dari parlementer ke sistem presidensial.

Dalam pidato politisi dari partai yang berkuasa, Binali Yildirim mengatakan warga Turki telah memilih untuk beralih dari parlementer ke sistem presidensial. "Pihak oposisi tidak seharusnya berbicara setelah orang-orang telah berbicara," tambahnya seperti dikutip dari Belfast Telegraph, Selasa (18/4/2017).

Penghitungan resmi yang dilakukan oleh kantor berita yang dikelola negara memberikan kemenangan kepada pendukung Presiden Recep Tayyip Erdogan. Sementara penghitungan resmi dari referendum sendiri diperkirakan akan keluar 10-11 hari mendatang.

Sebelumnya, partai-partai oposisi menyerukan untuk membatalkan hasil referendum karena terjadinya serangkaian penyimpangan. Mereka menyoroti keputusan dewan pemilu yang mensahkan surat suara yang tidak berstempel, seperti yang diatur oleh hukum Turki.

Sementara, pemantau internasional mengatakan langkah dewan pemilu Turki yang memutuskan mensahkan surat suara tidak berstempel merusak keamanan terhadap penipuan.

Turki menggelar referendum untuk mengamandemen konstitusi yang berujung pada berubahnya sistem parlementer menjadi presidensial. Dari tiga partai besar di Turki, dua diantaranya yakni Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) dan Partai Gerakan Nasionalis (MHP) mendukung penuh referendum ini. Sedangkan Partai Republik Rakyat (CHP) menentang.

Sejumlah pengamat menilai, perubahan sistem pemerintahan ini akan memberikan Presiden kekuasaan untuk mengeluarkan dekrit, menyatakan keadaan darurat, menunjuk menteri dan pejabat negara, serta membubarkan parlemen. Kritik pun meluncur dengan mengatakan keberhasilan referendum akan menghapuskan sistem checks and balances negara.
(ian)
Berita Terkait
Timnas Indonesia Dibungkam...
Timnas Indonesia Dibungkam Inggris 0-3 di Piala Dunia Amputasi
Banyak Bangunan Ambruk...
Banyak Bangunan Ambruk Saat Gempa, Turki Tahan 180 Orang
Hikmah di Balik Bencana,...
Hikmah di Balik Bencana, Perbatasan Armenia-Turki Dibuka untuk Pertama Kalinya
Jaga Amanah 106 Tahun,...
Jaga Amanah 106 Tahun, Keluarga Palestina Serahkan Uang Tentara Turki Utsmani
Harapan di Tengah Reruntuhan...
Harapan di Tengah Reruntuhan Gempa Dahsyat Turki-Suriah
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan...
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan ke Turki
Berita Terkini
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
41 menit yang lalu
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
1 jam yang lalu
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
2 jam yang lalu
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
3 jam yang lalu
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
4 jam yang lalu
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
12 jam yang lalu
Infografis
Gen Z Kelompok Paling...
Gen Z Kelompok Paling Rentan, 52% Pekerja Alami Kelelahan Kerja Kronis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved